INSISI PLEGMON DASAR MULUT

Introduksi

a. Definisi

Tindakan drainase pada selulitis hebat yang mengenai daerah submandibula dan sublingual. Infeksi ini terjadi disebelah superfisial dan profunda dari muskulus milohioid.

b. Ruang lingkup

Selulitis hebat yang mengenai daerah submandibula dan sublingual.   Infeksi ini terjadi disebelah superfisial dan profunda dari muskulus milohioid, dan tampak tanda-tanda radang yang hebat.

c. Indikasi operasi

Selulitis/phlegmon (atau abses) pada dasar mulut dengan ancaman  obstruksi jalan nafas, mediastinitis.

d. Kontra indikasi Operasi

Tidak ada kontra indikasi

e. Diagnosis Banding

Abses dasar mulut

f. Pemeriksaan Penunjang

Kultur pus Algoritma Anamnesa, pemeriksaan fisik Penyakit penyerta Sumber infeksi

Potensial obstruksi jalan nafas +/-

Insisi plegmon dasar mulut

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent).
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi.
  • Antibiotika terapeutik, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan Garamycin, dosis menyesuaikan untuk profilaksis.

Tahapan operasi

  • Desinfeksi menggunakan betadine 10% atau hibitane alkohol 70%   1:1000 atau alkohol 70%, pada   lapangan operasi.
  • Lapangan operasi dipersempit dengan menggunakan duk steril (penderita diberi oksigenasi dengan   masker atau nasal pronge), dan lakukan komunikasi yang baik supaya penderita tidak gelisah dan lebih   kooperatif.
  • Insisi dekompresi dengan anestesi lokal atau kalau terpaksa (penderita tidak kooperatif) dengan narkose.
  • Irisan 1 jari dibawah mandibula sepanjang 6 cm. Arteri dan vena fasialis diligasi di dua tempat dan dipotong diantaranya. Glandula submandibula diretraksi kearah kaudal sehingga nampak muskulus  milihioid. Otot ini kemudian dipotong. Dengan klem bengkok jaringan sublingual dibuka secara tumpul sehingga nanah yang terkumpul disitu dapat mengalir keluar melalui luka insisi.
  • Lakukan kultur   dan sensitifitas untuk kuman penyebabnya.
  • Dipasang drain hanschoen yang difiksasi pada kulit.
  • Trakeostomi dilakukan apabila penderita sesak nafas.

g.  Komplikasi operasi

  • Mediastinitis
  • Trismus
  • Fistel
  • Sepsis

h.  Mortalitas Mortalitas tinggi bila terjadi mediastinitis/sepsis i. Perawatan Pascabedah

  • Infus RL/D5 sesuai kebutuhan cairan  60cc/kgBB/hari .
  • Injeksi antibiotika dilanjutkan sampai 5 hari.
  • Kumur-kumur dengan obat kumur antiseptik/oral highiene yang baik.
  • Latihan buka mulut supaya tidak trismus, atau supaya muskulus mylohioid dan sekitarnya kontraksi sehingga pus “terpompa” keluar.
  • Rawat luka dengan kompres larutan garam faali (bukan betadine), sehingga luka terjaga kebersihannya.
  • Evaluasi sumber infeksi (gigi) dan apakah ada diabetes mellitus.
  • Jangan lupa dianjurkan untuk berobat lanjutan sumber infeksinya.

j. Follow-Up Tiap 3 hari sampai infeksi sembuh

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.