INSISI ABSES PERIRENAL

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan untuk mengalirkan nanah dari ruang perirenal melalui insisi di kulit.

b. Ruang lingkup

Penderita yang datang dengan keluhan nyeri pinggang belakang, pada pemeriksaan fisik teraba massa pada pinggang disertai nyeri ketok pinggang disertai  demam atau menggigil. Pada pemeriksaan USG didapatkan adanya abses perirenal.

c. Indikasi operasi

Abses perirenal

d. Kontra indikasi operasi (tidak ada)

e. Diagnosis Banding

  • Pyelonefrosis
  • Abses ginjal

f.  Pemeriksaan Penunjang

Darah lengkap, tes faal ginjal, sedimen urin, kultur urin dan tes kepekaan antibiotika, foto polos abdomen, pyelografi intravena, USG.

Teknik Operasi

Drainase untuk abses perirenal dapat dilakukan dengan 2 cara:

1. Terbuka, ada 2 macam teknik:

  • Pendekatan subkostal (flank)
  • Pendekatan lumbar (lumbotomi posterior)

2. Perkutan

Drainase Abses Perirenal Terbuka Pendekatan Subkostal

  • Dengan pembiusan umum.
  • Posisi lumbotomi.
  • Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik.
  • Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
  • Insisi kulit dimulai dari tepi lateral erektor spina 1 cm distal dari kosta XII ke arah anterior sepanjang yang diperlukan, tetapi tidak mellewati tepi lateral muskulus rektus.
  • Muskulus latissimus dorsi dan serratus posterior inferior diinsisi pada setengah ujung posterior luka operasi untuk mencapai fascia lumbaris.
  • Fascia lumbaris diinsisi, masukkan 2 jari untuk menyisihkan peritoneum ke arah medial. Selanjutnya insisi fascia lumbaris diperlebar ke anterior sampai mencapai muskulus transversus abdominis.
  • Pada ujung posterior luka, ligamen kostovertebral dipotong ke arah lateral sehingga kosta XII dapat diretraksi ke superior. Nervus subkostal disisihkan ke superior dan nervus iliohipogastrika disisihkan ke inferior.
  • Fascia Gerota dibuka disepanjang permukaan posterior ginjal untuk mencapai ruang perirenal.
  • Nanah dikeluarkan dan ruang perirenal dicuci dengan PZ sampai jernih,
  • Pasang drain vakum perirenal.
  • Tutup  lapangan operasi lapis demi lapis dengan jahitan situasi.

Drainase Abses Perirenal Terbuka Pendekatan Lumbotomi

  • Dengan pembiusan umum.
  • Posisi lumbotomi.
  • Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik.
  • Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
  • Insisi kulit dimulai dari tepi superior kosta XII pada sisi lateral erektor spinae ke kaudal dan anterior ke arah krista iliaka sepanjang 10 cm.
  • Muskulus latissimus dorsi diinsisi searah seratnya. Di ujung inferior insisi muskulus seratus posterior inferior diinsisi melintang arah seratnya. Fascia lumbaris dibuka diantara nervus subkostal dan nervus interkostalis XI.
  • Fascia Gerota dibuka searah luka operasi untuk mencapai ruang perirenal.
  • Nanah dikeluarkan dan ruang perirenal dicuci dengan PZ sampai jernih,
  • Pasang drain vakum perirenal.
  • Tutup  lapangan operasi lapis demi lapis dengan jahitan situasi.

g.  Komplikasi operasi

Komplikasi pasca bedah ialah perdarahan, residual abses, dan infeksi luka operasi.

h.  Perawatan Pascabedah

  • Pelepasan drain bila dalam 2 hari berturut-turut tidak ada nanah.
  • Pelepasan benang jahitan keseluruhan 10 hari pasca operasi.

i. Follow-up

Antibiotika diberikan sesuai hasil kultur nanah.

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.