FRAKTUR FEMUR

Introduksi

a. Definisi

  • Fraktur yang terjadi pada tulang femur.
  • Mekanisme trauma yang berkaitan dengan terjadinya fraktur pada femur antara lain:

(I) pada jenis Femoral Neck fraktur karena kecelakaan lalu lintas, jatuh pada tempat yang tidak tinggi, terpeleset di kamar mandi dimana panggul dalam keadaan fleksi dan rotasi. Sering terjadi pada usia 60 tahun ke atas, biasanya tulang bersifat osteoporotik, pada pasien awal menopause, alkoholism, merokok, berat badan rendah, terapi steroid, phenytoin, dan jarang berolahraga, merupakan trauma high energy;

(2) Femoral Trochanteric fraktur karena trauma langsung atau trauma yang bersifat memuntir;

(3) Femoral Shaft fraktur terjadi apabila pasien jatuh dalam posisi kaki melekat pada dasar disertai putaran yang diteruskan ke femur. Fraktur bisa bersifat transversal atau oblik karena trauma langsung atau angulasi. Fraktur patologis biasanya terjadi akibat metastasis tumor ganas. Bisa disertai perdarahan masif sehingga berakibat syok

b. Ruang lingkup

Fraktur tulang femur terdiri atas: Femoral Head fracture, Femoral Neck fracture, Intertrochanteric fracture, Subtrochanteric fracture, Femoral Shaft fracture, Supracondylar/Intercondylar Femoral fracture (Distal Femoral fracture)

Femoral Head fraktur

Berdasarkan klasifikasi Pipkin: (1) Tipe 1: fraktur dibawah fovea; (2) Tipe 2: fraktur diatas fovea; (3) Tipe 3: tipe 1 atau tipe 2 ditambah fraktur femoral neck; (4) Tipe 4: tipe 1 atau tipe 2 ditambah fraktur acetabulum

Femoral Neck fraktur

Berdasarkan klasifikasi Pauwel: (1) Tipe 1: sudut inklinasi garis fraktur <30°; (2) Tipe 2: sudut inklinasi garis fraktur 30-50°; (3) Tipe 3 : sudut inklinasi garis fraktur > 70°

Berdasarkan klasifikasi Garden: (1) Garden 1: Fraktur inkomplet atau tipe  abduksi/valgus atau impaksi; (2) Garden 2: fraktur lengkap, tidak ada pergeseran; (3) Garden 3: fraktur lengkap, disertai pergeseran tapi masih ada perlekatan atau inkomplet disertai pergeseran tipe varus; (4) Garden 4: Fraktur lengkap disertai pergeseran penuh

Trochanteric fraktur

Diklasifikasikan menjadi 4 tipe (1) Tipe 1: fraktur melewati trokanter mayor dan minor tanpa pergeseran; (2) Tipe 2: fraktur melewati trokanter mayor disertai pergeseran trokanter minor; (3) Tipe 3: fraktur disertai fraktur komunitif; (4) Tipe 4: fraktur disertai fraktur spiral

Femoral Shaft fraktur

Klasifikasi OTA: (1) Tipe A: Simple fraktur, antara lain fraktur spiral, oblik, transversal; (2) Tipe B: wedge/butterfly comminution fraktur; (3) Tipe C: Segmental communition

Klasifikasi Winquist-Hansen: (1) Type 0: no communition; (2) Tipe 1: 25% butterfly; (3) Tipe 2: 25-50% butterfly; (4) Tipe 3: >50% communition; (5) tipe segmental ; (6) Tipe 5 : segmental dengan bone loss

Supracondylar/Intercondylar Femoral fraktur (Distal Femoral fraktur)

Klasifikasi Neer, Grantham, Shelton (1) Tipe 1: fraktur suprakondiler dan kondiler bentuk 1; (2) Tipe II A : fraktur suprakondiler dan kondiler dengan sebagian metafise (bentuk Y); Tipe II B : bagian metafise lebih kecil; (3) fraktur suprakondiler komunitif dengan fraktur kondiler tidak total

Untuk penegakkan diagnosis diperlukan diperlukan pemeriksaan fisik. Pada fraktur tipe femoral neck dan trochanteric, ditemukan pemendekkan dan rotasi eksternal. Selain itu ditemukan nyeri dan bengkak. Juga dinilai gangguan sensoris daerah jari I dan II, juga pulsasi arteri distal. Untuk pemeriksaan penunjang berupa foto roentgen posisi anteroposterior dan lateral. Sedangkan pemeriksaan laboratorium antara lain hemoglobin, leukosit, trombosit, CT, BT.

c.  Indikasi Operasi

Pada fraktur femur anak, dilakukan terapi berdasarkan tingkatan usia. Pada anak usia baru lahir hingga 2 tahun dilakukan pemasangan bryant traksi. Sedangkan usia 2-5 tahun dilakukan pemasangan thomas splint. Anak diperbolehkan pulang dengan hemispica.

Pada anak usia 5-10 tahun ditatalaksana dengan skin traksi dan pulang dengan hemispica gips. Sedangkan usia 10 tahun ke atas ditatalaksana dengan pemasangan intamedullary nails atau plate dan screw.

Untuk fraktur femur dewasa, tipe Femoral Head, prinsipnya adalah reduksi dulu dislokasi panggul. Pipkin I, II post reduksi diterapi dengan touch down weight-bearing 4-6 minggu. Pipkin I, II dengan peranjakan >1mm diterapi dengan ORIF. Pipkin III pada dewasa muda dengan ORIF, sedangkan pada dewasa tua dengan endoprothesis. Pipkin IV diterapi dengan cara yang sama pada fraktur acetabulum.

Tipe Femoral Neck, indikasi konservatif sangat terbatas. Konservatif berupa pemasangan skin traksi selama 12-16 minggu. Sedangkan operatif dilakukan pemasangan pin, plate dan screw atau arthroplasti (pada pasien usia >55 tahun), berupa eksisi arthroplasti, hemiarthroplasti dan arthtroplasti total.

Fraktur Trochanteric yang tidak bergeser dilakukan terapi konservatif dan yang bergeser dilakukan ORIF. Penanganan konservatif dilakukan pada supracondylar dan intercondylar, femur atau proksimal tibia. Beban traksi 9 kg dan posisi lutut turns selama 12 minggu. Sedangkan untuk intercondylar, untuk terapi konservatif, beban traksi 6 kg, selama 12-14 minggu.

Fraktur Shaft femur bisa dilakukan ORIF dan terapi konservatif. Terapi konsevatif hanya bersifat untuk mengurangi spasme, reposisi dan immobilisasi. Indikasi pada anak dan remaja, level fraktur terlalu distal atau proksimal dan fraktur sangat kominutif. Pada anak, Cast bracing dilakukan bila terjadi clinical union.

d. Kontraindikasi Operasi

Pada pasien dengan fraktur terbuka, diperlukan debridement hingga cukup bersih untuk dilakukan pemasangan ORIF. Kontraindikasi untuk traksi, adanya thromboplebitis dan pneumonia. Atau pada pasien yang kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk operasi.

f. Pemeriksaan Penunjang

Foto roentgen, CT Scan dan MRI. Jika perlu dilakukan foto perbandingan.

Teknik Terapi Konservatif Operasi

Pemasangan skeletal traksi

  • Pasien berbaring posisi supine, Mikulicz line, dengan fleksi pada art genu.
  • Prosedur aseptik/antiseptik
  • Approach, pada distal femur  1 inchi inferior tubercle adduktor. Pada proximal tibia 1 inchi inferior dan 5 inchi inferior tubercle tibia.
  • Anestesi lokal dengan lidokain 1%. Anestesi disuntikkan hingga ke periosteum.
  • Insisi dengan pisau no.11. Approach bagian medial untuk distal femur dan lateral untuk proksimal tibia
  • Wire diinsersikan dengan menggunakan hand drill, untuk menghindari nekrosis tulang sekitar insersi pin (bila menggunakan alat otomatis). Jenis wire yang bisa digunakan disini adalah Kirschner wire no.5
  • Pemasangan K-Nail (Kuntscher-Nail) secara terbuka pada fraktur femur 1/3 tengah —> Adapun teknik pemasangan K-nail adalah sebagai berikut:

-    Pasien tidur miring ke sisi sehat dengan fleksi sendi panggul dan lutut

-    Approach posterolateral dari trochanter mayor ke condylus lateral sepanjang 15cm di atas daerah fraktur

-    Fascia lata dibelah dan m. vastus lateralis dibebaskan secara tajam dan septum intermuskularis disisihkan ke anterior

-    Ligasi a/v perforantes

-    Bebaskan periosteum untuk mencapai kedua fragmen fraktur.

-    Bebaskan kedua fragmen fraktur dari darah dan otot

-    Ukur panjang K-nail. Pasang guide ke arah fragmen proksimal dan Ietakkan di tengah, dengan posisi fleksi dan adduksi sendi panggul. Bagian kulit yang tertembus dibuat sayatan.

-    K-nail dipasang dengan guide menghadap posteromedial

-    Ujung proksimal K-nail dibenamkan 1-2 cm di atas tulang, jika terdapat rotational instability, beri anti rotation bar, atau pakai cerelage wiring atau ganti K-nail

-    Pemasangan K-nail sebaiknya setelah 7-14 hari pasca trauma.

-    Cara lain pemasangan K-nail dengan bantuan fluoroscopy.

Plating pada fraktur fémur 1/3 tengah

  • Pasien tidur miring ke sisi sehat dengan fleksi sendi panggul dan lutut
  • Approach posterolateral dari trochanter mayor ke condylus lateral sepanjang 15cm di atas daerah fraktur
  • Fascia lata dibelah dan m. vastus lateralis dibebaskan secara tajam dan septum intermuskularis disisihkan ke anterior
  • Ligasi a/v perforantes
  • Bebaskan periosteum untuk mencapai kedua fragmen fraktur.
  • Bebaskan kedua fragmen fraktur dari darah dan otot
  • Reduksi fragmen fraktur
  • Pemasangan plate (Broad Plate) pada permukaan anterior atau lateral dengan memakai 8 screw pada masing-masing fragmen fraktur.

g.  Komplikasi Operasi

Komplikasi pada fraktur femur, termasuk yang diterapi secara  konservatif antara lain, bersifat segera: syok, fat embolism, neurovascular injury seperti injury nervus pudendus, nervus peroneus, thromboembolism, volkmann ischemic dan infeksi.

Komplikasi lambat: delayed union, non union, decubitus ulcer, ISK dan joint stiffness. Pada pemasangan K-nail adventitious bursa, jika fiksasi terlalu panjang dan fiksasi tidak rigid jika terlalu pendek.

h.  Mortalitas

Mortalitas berkaitan dengan adanya syok dan embolisme.

i. Perawatan Pasca Bedah

Pasien dengan pemasangan traksi, rawat di ruangan dengan fasilitas ortopedi. Sedangkan pada pasien dengan pemasangan ORIF, rawat di ruangan pemulihan, cek hemoglobin pasca operasi.

j. Follow up

Untuk Follow up pasien dengan skeletal traksi, lakukan isometric exercise sesegera mungkin dan jika edema hilang, lakukan latihan isotonik.

Pada fraktur femur 1/3 proksimal traksi abduksi >30˚ dan exorotasi. Pada 1/3 tengah posisi abduksi 30˚ dan tungkai mid posisi, sedangkan pada 1/3 distal, tungkai adduksi < 30˚ dan kaki mid posisi. Pada fraktur distal perhatikan ganjal lutut, berikan fleksi ringan, 15°.

Setiap harinya, perhatikan arah, kedudukan traksi, posterior dan anterior bowing. Periksa dengan roentgen tiap 2 hari sampai accepted, kemudian tiap 2 minggu. Jika tercapai clinical union, maka dilakukan weight bearing, half weight bearing dan non weight bearing dengan jarak tiap 4 minggu.

Sedangkan untuk follow up pasca operatif, minggu ke-1 –> hari pertama kaki fleksi dan ektensi, kemudian minggu selanjutnya miring-miring. Minggu ke-2 jalan dengan tongkat dan isotonik quadricep. Fungsi lutut harus pulih dalam 6 minggu.

Pada pasien anak, follow up dengan roentgen, jika sudah terjadi clinical union, pasang hemispica dan pasien boleh kontrol poliklinik.

About these ads

31 Komentar

  1. kalo fraktur pertrochanter itu bagaimana dokter?

    • Fraktur yang mengenai tonjolan tulang dibawah femoral neck (collum femoris). Ada 2 trochanter yaitu mayor dan minor. Fraktur pada daerah ini bisa completed atau incompleted dan juga bisa non displaced atau displaced. Fraktur pada daerah ini biasanya ditandai dengan tungkai menjadi lebih pendek dari sisi yang normal dan berputar ke arah luar.
      Untuk terapinya —— bila fragmen frakturnya bergeser lebih baik ORIF (operasi) namun bila undisplaced —- bisa konservatif

      Semoga bisa menjawab

      • trima kasih dokter…

  2. assalamualaikum dokter Aleq

    dok saya mw tanya.. di dalam fraktur clinical union itu seperti apa yaa dok??
    trus kapan pasien yang mengalami fraktur dapat melepas GIBs dan cruc nya dok??

    terimakasih dok.. mohon bantuannya
    wassalam

    Resha Ardianto
    FK UMM 09

    • Waalaikum salam Wr. Wb.

      Dik Resha, proses penyembuhan tulang bisa diketahui melalui 2 cara yaitu Radiological Union dan Clinical Union. Untuk radiological union ditandai dengan adanya kalus sekunder yang tampak pada foto ronsen gambaran penebalan putih seputih tulang pada daerah fraktur. Sedangkan clinical union itu ditandai dengan adanya stekia yaitu penderita tidak merasakan nyeri didaerah fraktur saat digerakkan.
      Untuk Gips (Bukan GIBs) dapat dilepas setelah terbentuknya kalus sekunder yaitu antara 6-8 minggu terutama untuk ekstremitas bawah (Wieght bearing) karena menopang beban tubuh. Sedangkan untuk ekstremitas atas bisa lebih cepat. Untuk crutch dimulai kapan saja pasien ingin latihan jalan namun selama kalus sekunder belum terbentuk maka kaki yang fraktur tidak bolah langsung menapakkan kaki di tanah. Setelah Gips dibuka, mulai latihan menginjak tanah dengan bantuan crutch.

      Mudah-mudahan bisa menjawab.

      • kalau untuk plat yang dipasang di dalam, indikasi untuk dioperasi untuk dikeluarkan apa dokter?

      • indikasi remove plat sbb:
        1. sudah waktunya di lepas karena bone healing sudah terjadi (tulang sudah sambung scr adekuat)
        2. infeksi pada tulang disekitar plat (osteomielitis)

  3. Oh begitu yaa dok. Jadi dgn kata laain pasien bisa melepas Gips ato crutchny saat ridiological union. .
    Iyaah dok. .sekarang saya jaadi mengerti. .hehe
    Saat ini skenario trakhir qta yaitu fraktur femur tertutup dok. .
    Terima kasih dok atas bantuannya. .

    Wassalam. .

  4. Ass.. mas aleq
    aku lagi nyari buat TO orto nih tentang K-Nail eh tembus ke blog mas aleq waktu googling..
    hebat blognya..
    masih jauh nih bacaannya dibanding mas aleq..
    hehehe..

    sukses selalu ya mas.

    Wass..

    • Waalaikum salam Wr. Wb.

      Terima kasih atas kunjungannya ya…..itu mah namanya……….. “tersesat bermanfaat”….he he he

      HAtur nuhun support-nya ya…salam untuk temen-temen yang lainnya.

      Wassalam

  5. dok, saya punya pasien homecare fractur trchanter,rencana mau pasang skintracsi gimana tehniknya? dr agung dari bali. btk coll

    • dik agung
      di Bali

      Secara sederhana akan saya sampaikan sbb:
      1. Bersihkan dulu tungkai yang akan di traksi dengan alkohol 70% —- bila rambut kulit banyak lakukan pencukuran (tentunya atas seijin pasien) — tonjolan2 tulang seperti maleolus dan condylus dilindungi dengan soft band atau kapas.
      2. Buka Skin Traction Kit —- lalu ukur panjang plester sesuai panjang tungkai pasien —- bila plester terlalu panjang bisa dipotong — patokannya sesuaikan dengan femur baik sisi lateral atau medial
      3. Tempelkan plester yang menjadi satu dengan bagian katrol beban pada tungkai (satu sisi pada bagian medial tungkai dan sisi plester yang lain pada bagian postero-lateral tungkai) — ingat jarak antara bagian katrol dengan plantar pedis usahakan 10cm.
      4. PErkuat plester tersebut dengan elastic bandage yang sudah ada didalam skin traction kit dari distal mulai ankle joint ke arah proksimal sampai femur.
      5. Beban diberikan dengan berat < 5kg

      Nah mudah2an jelas ya

  6. dok sy mw tanya kasus simphiolisis pasca melahirkan bagaimana dampaknya bila tidak ditatalaksana?terima kasih

    • Mbak Rini E

      Sebaiknya di lakukan imobilisasi melalui pembedahan karena apabila tidak maka kekuatan lingkar panggul akan berkurang. Akan tetapi kalau mbak takut di fiksasi melalui pembedahan, dicoba dulu dengan pakai korset dengan harapan tulang akan bersambung sendiri secara alami dalam 2-3 bulan. Semoga berhasil

  7. Dok, mohon bantuannya saya ada tugas tentang prosedur pemasangan ORIF pada Tibia, ada nggak protap jelasx tentang itu…???

    • Mhn maaf baru balas…

      Sebelumnya saya minta maaf…untuk teknik operasi ORIF sebaiknya saudara cari di buku orthopedi atau cari blog yang diasuh oleh spesialis orthopedi. Bukan saya tidak mau memberikan kepada mas opick, akan tetapi kompetensi tersebut lebih dominan oleh SpOT

  8. dok saya mau tanya, kalo fraktur shaf femur pada pemeriksaan radiologinya hanya d buat AP saja it sudah mampu menegakkan diagnosa belum ya?

    • Sebaiknya foto lat jg agar konfigurasi dan aposisi.bs kelihatan dg jelas

  9. Pak dokterr…kok gak ada gambarnya sih.
    Kalo ada gambar radiolaginya kan lebih mudah belajarnya.
    Btk

    • mhn maaf untuk gambar insyaAllah akan kami lengkapi, mengingat saat permintaan ke blog kami sangat banyak, mohon sabar menunggu

  10. assalamualaikum dok..kalo latihan yang bagus untuk pasien imobilisasi pada kasus-kasus fraktur apa aja yaa?kalau ada boeh minta sama gambar-gambarnya? terimakasih

  11. Assalamualaikum Dr Aleq,

    Dok, suami saya 2bulan lalu melakukan operasi pnggantian sendi tulang pinggul ( coloumn fraktur femur) dibagian kaki kanan, usia suami saya 33 th, setiap habis latihan jalan kenapa pergelangan kakinya bengkak ya dok, apakah bahaya Dok?
    dan tindakan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh suami saya agar sendi palsu nya bisa bertahan lama?

    Mohon infonya ya Dok

    Terimakasih sebelumnya

    Wss Wr Wb
    Tya, Semarang

    • waalaikum salam, mohon maaf baru bisa jawab pertanyaan ibu

      prinsipnya aman…ndak usah kuatir tentang pembengkakan di pergelangan kaki saat latihan berjalan, hal ini disebabkan oleh aliran darah balik yang kurang lancar menuju ke jantung memang operasi hip joint replacement yang dialami suami ibu itu merupakan operasi besar, sehingga bisa jadi ada beberapa pembuluh darah balik yang terpotong atau tertekan oleh jaringan fibrotik pasca operasi.
      bila bengkak segera hentikan latihan dan posisikan kaki lebih tinggi, sering dikompres atau direndam air hangat ya bu

  12. Asalamualaikum dok saya dr.roy dari ntt post orif tibia fibula 1bulanlalu, odem tinggal di angkle , saya tekan dan palpasi sepertinya pen disekitar angkle, karna Rom terbatas untuk fleksi hanya sampai netral, kapan bisa jalan? 2bulan?3bulan?4bulan? Atau 6bulan btk

    • waalaikum salam

      Kelebihan Imobilisasi internal pada kasus fraktur adalah bahwa mobilisasi dapat dilakukan sejak dini tanpa menunggu terbentuknay calus seperti pada proses bone healing alamiah (tanpa ORIF), menurut saya bila sudah 1 bulan, silahkan latihan jalan supaya otot-otot tidak kaku (stiffness).

  13. hallo dok,maaf saya ingin bertanya..apabila ada kasus dengan fraktur femur 1/3 tengah,kapan dan berapa lama di pasang k nail or plate and screw sampai bisa berjalan lagi..trims

    • cepat saja mbak….begitu luka sudah kering…silahkan mulai latihan berjalan ya….

  14. Great post. I was checking continuously this blog and I’m impressed!

    Very useful information specially the remaining section :
    ) I maintain such info much. I was looking for this certain info for
    a very lengthy time. Thank you and best of luck.

  15. nama saya febri. madura dokter.. untuk terapi obat yang membantu menghilangkan rasa nyeri dan membantu mempercepat pembentukan tulang baru, untuk pasien fraktur tertu2p. diberikan terapi apa ja dok…????

    • banyak minum obat-obatan yang kaya kalsium….Sdr bisa beli di apotik atau di minimarket di kota Sdr…untuk anti nyeri nya bisa diberikan golongan asam mefenamat atau minta petunjuk dokter terdekat di kota Anda mas

  16. fraktur neck femur bila di konservatif bisa dilakukan pemasangan skin traksi selama 4-6 minggu sampai timbul stekia (tidak nyeri saat digerakkan)…foto ulang setelahnya untuk melihat apakah kalus sekunder telah terbentuk dan alignment sudah baik….fisioterapi bisa dilakukan setelah kalus terbentuk dengan baik (8-10 minggu)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.