STRIPPING VARISES

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan dengan cara mengangkat vena tungkai yang mengalami varises dengan menggunakan stripper.

b. Ruang Lingkup

Suatu pemanjangan, pelebaran disertai berkelok-keloknya sistem vena dan disertai gangguan sirkulasi darah di dalamnya. Yang dimaksud di sini adalah vena pada daerah  tungkai.

c. Indikasi Operasi

Pada dasarnya, vena yang telah mengalami kerusakan berarti telah menjadi ektasi, harus dikeluarkan, karena akan dapat memutuskan mata rantai pathofisiologi-nya.

Menurut Stadium klinisnya maka mulai Stadium II sudah harus dipikirkan tindakan pembedahan.

Menurut jenis dan ekstensi vena yang terkena, apabila sudah pada Stadium Ill dan IV, maka: Varices truncal, Varices reticularis harus mendapatkan therapi pembedahan.

Pertimbangan indikasi yang lain

Nyeri pada varises tersebut (harus dibedakan bila sumber nyeri bukan dari varisesnya seperti pada chronic venous insuficiency).

Terdapat thromboplebitis superficialis pada varises tersebut.

Erosi pada kulit di atasnya dengan disertai perdarahan, odema dan selulitis

Varises tungkai yang disertai indurasi atau lipodermatosklerosis.

Varises yang mengakibatkan ulserasi.

d. Kontra Indikasi Operasi

  • Stripping yang semata-mata bertujuan kosmetik.
  • Varises tungkai yang menyertai insufisiensi kronis vena dalam. Dimana sebetulnya keluhan penderita lebih diakibatkan karena insufisiensi tersebut daripada varises itu sendiri.
  • Varises tungkai yang menyertai beberapa kondisi kronis yang sebetulnya mendasari keluhan penderita seperti : artritis degeneratif, penyakit arteri oklusif, sindroma neurogenik, lymphedema, gagal jantung kongestif dan obesitas.
  • Varises tungkai yang ditemukan bersama fistel arterio – venosus atau kelainan vena kongenital seperti Sindroma Klippel – Trenaunay

e. Diagnosis Banding untuk Varises Tungkai

  • Ulserasi, indurasi dan hiperpigmentasi menandakan adanya insufisiensi vena dalam yang kronis. Ini penting untuk diperhatikan sebab stripping varises tidak memberikan hasil yang baik bahkan penyembuhan luka dapat terganggu disebabkan kegagalan dalam perawatan penyakit stasis vena.
  • Bila varises tungkai dijumpai pada penderita muda, terutama bila unilateral, dan terdistribusi atipikal (lateral) dapat dipikirkan adanya Sindroma Klippel Trenauney. Trias gejala yang umum adalah varises tungkai, hipertrofi tungkai dan tanda pada kulit berupa port wine stain atau malformasi vena. Karena vena profundus mengalami kelainan bahkan kadang tidak ditemukan, maka stripping saphena magna sangat membahayakan. Standar terapi untuk kelainan ini adalah memakai stocking penyangga secara bertahap.

Kondisi lain yang dapat dijadikan diagnosa banding :

  • Penyakit oklusif arteri
  • Limfedema kronis
  • Squamous cell Carcinoma
  • Arteriovenosus Malformation
  • Oedema ortostatik

f. Pemeriksaan Penunjang

  • Imaging vena dengan menggunakan Ultrasound duplex
  • Continuous – wave Doppler
  • Air Plethysmography

Teknik Operasi

  • Buat tanda-tanda di atas varises dalam posisi berdiri dengan ” Marking Pencil “.
  • Lakukan incisi kulit di bawah ligamentum inguinale medial dari a. femoralis ± 4 – 6 cm.
  • Jaringan subkutan dibuka dan fascia diincisi sehingga tampak v. saphena dengan jelas.
  • Saphena diteugel pada dua tempat.
  • Cabang-cabang kollateral dari v. Saphena yang terdiri dari:

-    v. Circumflexa iliaca superficialis.

-    v. epigastrica superficialis

-    v. pudenda externa superficialis.

-    v. cutaneus lateralis.

-    v. cabang anomali yang ada.

Semuanya dipotong dan diligasi.

  • Dilihat apakah ada cabang-cabang v. saphena dengan v. femoralis, ini harus diperhatikan dan dipisahkan pada sapheno – femoro junction.
  • V. saphena diligasi dan dipotong dimana sebelumnya vena-vena sudah dikosongkan
  • Dimasukkan stripper, dapat dari proximal (antegrade) atau dari distal  (retrograde) dekat maleollus medialis.
  • Pada waktu memasukkan stripper tak boleh dipaksa. Bila ada hambatan-hambatan dapat dilakukan multiple incisi.
  • Setelah dilakukan stripping, extremitas ditekan sampai 10 menit untuk mengurangi perdarahan dan hematoma.
  • Kemudian luka ditutup kembali.

g.  Komplikasi Operasi

  • Memar dan rasa tidak nyaman kadang dialami penderita terutama bila vena yang diangkat merupakan vena yang berdiameter besar. Namun pemberian analgetika dapat mengatasi hal ini. Pemberian bebat tekan juga mengurangi resiko terjadinya hematom/ memar.
  • Jejas saraf sensorik kadang ditemukan juga pada pengangkatan varises tungkai. Nervus Saphenus dan cabang-cabangnya berdekatan dengan vena saphena magna di daerah betis. Angka kejadian ini diperkirakan sebesar 1 % dari seluruh operasi. Namun area anaestesi yang kecil dapat meningkatkan resiko menjadi 10 % nya.
  • Pelaksanaan stripping secara inverted dan menghindari stripping vena saphena magna di bawah garis tengah betis dapat mengurangi terjadinya komplikasi ini.
  • Perdarahan dapat terjadi pada operasi stripping varises. Untuk menghindari ini ligasi dan pemotongan terhadap cabang v. saphena harus dilakukan secara teliti. Penggunaan bebat tekan juga bermanfaat dalam mengurangi resiko perdarahan.
  • Infeksi dapat juga terjadi pada pelaksanaan stripping varises. Pemberian antibiotik profilaksis dan pelaksanaan operasi sesuai kaidah dapat menghindari komplikasi ini.

h.  Mortalitas

Dari 1000 tindakan operasi stripping Varises tungkai setidaknya didapatkan 1 kasus trombosis vena dalam.

i.  Perawatan pasca bedah

  • Dipasang elastic bandage dari ujung proximal jari-jari kaki sampai pelipatan paha.
  • 24 jam pertama penderita tidak boleh jalan kaki dalam kedudukan elevasi.
  • 48 jam kemudian setelah bebat dibuka dan luka baik, bebat dipasang dan penderita dapat berjalan pelan-pelan dan kemudian pulang dengan memakai elastik bandage sampai 2 minggu.

j. Follow up

1 minggu Pasca Bedah penderita kontrol kembali untuk angkat jahitan. Tetap waspada terhadap resiko nyeri, infeksi dan perdarahan

About these ads

8 Komentar

  1. Saya mau menanyakan kasus kakak saya, yg sdh dilakukan pmx dx non invasif vaskuler di pusat jantung nasional harapan kita, didapatkan kesimpulan Chronic venous insufisiensi (CVI) sedang pd ke2 tungkai, DVT negatif pd ke 2 tungkai, Arteri pd ke 2 tungkai normal flow. Saya ada membaca satu artikel penelitian dr semarang pada tahun 1999 ttg pengobatan dg konservatif menggunakan Flavonoid (ardium) 2 tab pagi hr (Venotropik).
    Bagaimana pendapat dokter ttg pengobatan ini? apakah boleh diterapkan?
    Atau apakah menurut pengalaman dokter atau riset terbaru ada pengobatan lain yg lbh baik.
    Terimakasih

    • Yth mbak INDAH

      Sebelumnya mohon maaf, saya baru lihat blog saya hari ini karena kesibukan di rumah sakit dan kampus FK UMM.
      Baik……CVI atau Insuffisiensi Vena Kronik atau banyak orang menyebutnya dengan varises. Penyebabnya bisa primer atau sekunder dan bisa diakibatkan oleh REFLUK dari pembuluh vena saphena magna ataupun obstruksi di proksimal dari vena tersebut.
      Untuk pengobatannya ada 2 macam yaitu Non-Surgical dan Surgical
      1. Non-surgical (Konservatif) seperti:
      a. Teknik Kompresi dengan stocking yang bertujuan untuk mengurangi bengkak, pigmentasi, perdarahan, tromboflebitis, dan mempercepat penyembuhan luka bila ada
      b. Foam Skleroterapi bertujuan untuk mematikan atau menyempitkan pembuluh vena yang melebar dengan obat sklerosan
      c. Venotropik
      Naahhh….ini yang ditanyakan khan…..memang obat ini bisa digunaan untuk memperbaikin tonus dari pembuluh vena dan sekaligus memperbaiki mikrosirkulasi.
      Obat ini (merk dagang ARDIUM) yang mbak sebutkan memang merupakan golongan benzopyrene yang berisi flavonoid yaitu Diosmin dan Hisperidin, dimana fungsinya
      adalah: – merangsang makrofag untuk menangkap protein agar bisa dimetabolisir sehingga mengurangi terjadinya edema.
      – mendegah adhesi atau perlengketan leucosit dengan endothel pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya inflamasi di pembuluh vena dan akhirnya memicu
      terjadinya trombus bahkan tromboflebitis
      Obat ini bisa saja digunakan hanya saja harganya mahal dan hasilnya baru dapat dilihat setelah 2-3 bulan minum obat rutin. Saran saya bila menggunakan obat ini
      lakukan sebagai berikut: 3 hari pertama diminum 5 tab dalam dosis terbagi, lalu 4 hari berikutnya 3 tab dalam dosis terbagi, selanjutnya 2 tab sehari dalam dosis terbagi
      sampai 2-3 bulan atau lebih. Tentunya pasien harus kontrol rutin untuk mengetahui kemajuan terapi.

      2. Surgical
      yaitu dengan dilakukan Stripping varises

      Semoga membantu…..

  2. saya mau tanya, kasus saya : di kedua kaki saya dekat pergelangan kaki muncul bintik-bintik hitam, lama kelamaan bertambah sampai ke arah betis dan sangat mengganggu penampilan, sifatnya bilateral dan simetris, maksudnya hanya muncul pada wilayah yang sama di kedua kaki… menurut dokter yang memeriksa saya, ini karena varises tungkai bilateral, tapi saya tidak melihat adanya urat yang menonjol keluar dan berkelok-kelok.. umur saya 31 tahun ada riwayat hemoroid, kalau berdiri lama kaki saya cepat lelah dan lemas, pertanyaan saya apa memang bintik-bintik hitam itu bisa disebabkan karena varises tungkai? bagaimana proses terjadinya? apakah bintik-bintik hitam yang sudah meluas itu bisa disembuhkan/hilang? bagaimana caranya? terima kasih.

    • Dear Ibu Fani

      Mhn maaf baru jawab hari ini karena baru datang dari luar kota.
      Baik ibu Fani yang sedang bertanya-tanya tentang bintik hitam di tungkai bawah bilateral.
      Kalau melihat bahwa ibu merasa cepat lelah dan lemas bila berdiri agak lama atau berjalan agak jauh, kemungkinan ada kelainan di sistem pembuluh darah di tungkai dalam artian telah ada claudicatio intermitten bila patologinya berada di sistem arteri tungkai (gejala iskemik)—–ini berdasarkan klasifikasi Fountain untuk grading iskemik dan biasanya disertai rasa lebih berat dan panas pada tungkai saat pagi hari. Untuk menentukan apakah kelainan di arteri atau sistem vena bisa dilakukan pemeriksaan USG dopler. Bila kelainan berasal dari sistem vena (bisa varises (IVK) ataupun DVT –deep vein trombosis) harus ditegakkan dulu. Kalau melihat sudah terjadi bintik-bintik hitam dan ternyata patologinya akibat varises berarti memang telah terjadi pigmentasi kulit ataupun liposklerosis akibat varises, biasanya dokter akan melakukan trendelenberg test untuk menentukan kausa varises dan ini sudah masuk pada kelas 4 —– ini berdasarkan klasifikasi kelas klinis dari varises (IVK).
      Saran saya coba ibu lihat lagi di tungkai bawah terutama sehabis berjalan jauh atau loncat-loncat untuk memompa pembuluh darah vena tungkai dan juga coba periksakan diri ibu Fani lagi, bisa ke spesialis TKV (thoraks-kardiovaskuler) ataupun juga ke spesialis kulit dan kelamin untuk segera deteksi pigmentasi yang terjadi apakah murni kelainan kulit ataupun akibat kelainan pembuluh darah.

      Mudah-mudahan bisa menjawab, amiinn

  3. saya mw tanya masalah kaki: sekarang ini kaki kiri saya bengkak sejak juli 2010, itu 2 bulan setelah melahirkan. Tetapi saat itu hanya pada bagian betis, tetapi nopember 2011 udah bengkak sampai paha. Bengkak disertai nyeri ini terjadi hanya pada saat berjalan atau adanya aktivitas pada kaki. Baru tgl 2 mei 2012, diketahui ada beberapa katup vena yang tidak berfungsi lagi dengan baik, terus saya juga memiliki kekentalan darah. Dari hasil beta 2 GP IgG 48.9 (positif), ACA IgG 27.4 (Low to Medium Positive), ACA IgM 13.9 (Indeterminate). skrg ini saya menggunakan stocking compresi, dan mengkonsumsi obat pengencer darah Simark. Saya mau tanya apakah ada cara untuk mengembalikan katup vena seperti semula, tapi bukan hanya menggunakan stocking aja. dan juga kekentalan darah, sehingga saya tidak selalu mengkonsumsi obat pengencer darah. Apakah saya bisa sembuh total?

    • 1. KEmungkinan ibu herlina terkena DVT (Deep Vein Trombosis), hal yang bisa dilakukan selain apa yang sudah diberikan adalah memberikan obat-obatan untuk mengurangi inflamasi pada pembuluh darah vena akibat aliran darah yang lambat, seperti golongan flavonoid/benzopyrone baik dalam bentuk tablet atau cream.
      2. Untuk ACA-nya silahkan minum obat pengencer darah yang sudah ibu minum.
      3. Kaki ditinggikan saat tidur
      4. untuk kesembuhan total….insyaAllah masih bisa…tetap berusaha dan berdoa
      Semoga cepat sembuh…amiinnn

  4. selamat siang, suami saya kena varises. tp akhir-akhir ini pembuluh vena ny pecah. mohon penjelasanny? dan saya harus bgaimna? suami saya cuma minum ardium saja. trims

    • kalo memang sudah pecah sebaiknya segera menguhubungi ahli bedah bu…karena bisa timbul infeksi bila dibiarkan terbuka…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.