ANOPLASTY (CUTBACK INCISION)

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan untuk membuat lubang anus pada anus malformasi fistel rendah misalnya pada anocutan fistel, anus vestibular yang tidak adekuat dan pada anus membranaseus

b. Indikasi operasi

Gejala Klinis : keluar cairan meconium dari lubang di sekitar vestibulum dan kulit scrotum

Radiologi : tidak perlu

C. Kontra indikasi operasi

Kondisi umum jelek

d. Pemeriksaan Penunjang

Fistulografi, sondase

Tehnik Operasi

  • Posisi pasien litotomi → a dan antiseptik lapangan operasi dengan povidon iodine 10% → persempit dengan kain steril.
  • Anal dimpel diinfiltrasi dengan lokal anesthesi.
  • Lubang fistula dimasukkan sonde untuk guiding mencapai anal dimpel.
  • Lakukan irisan ke posterior ke arah anal dimpel.
  • Mukosa anus dijahit kekulit anal dimpel serapat mungkin.
  • Kontrol perdarahan dengan elektrokauter.
  • Pasang tampon dengan tule.
  • Luka bekas fistula dibiarkan terbuka.

e. Komplikasi

  • Perdarahan
  • Komplikai pasca operasi:  infeksi dan stenosis

f. Mortalitas

Sangat rendah

g. Perawatan Pascabedah

  • Luka operasi dibersihkan / spooling dengan povidon iodine 10% .
  • Rendam duduk setiap hari dimulai pada hari ke-3.
  • Minggu ke II mulai dilakukan businasi hingga wound healing selesai.

h. Follow-up

Dinilai adakah tanda-tanda infeski dan stenosis.

Iklan

2 Komentar

  1. lg nyari teori ttg anoplsty


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s