TIROIDEKTOMI TOTAL

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan pengangkatan seluruh jaringan tiroid pada kedua lobus.

b. Ruang lingkup

Benjolan di leher bagian depan, ikut bergerak waktu menelan disertai tanda penekanan, suara parau, sesak nafas, gangguan menelan, konsistensi keras, mobilitas terbatas, bisa disertai pembesaran kelenjar getah Baca lebih lanjut

TIROIDEKTOMI SUBTOTAL

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara pengangkatan sebagian besar jaringan tiroid pada kedua lobus.

b. Ruang lingkup

Benjolan di leher bagian depan, ikut bergerak waktu menelan disertai tanda hipertiroidi, benjolan difus, optalmopati dikarenakan Baca lebih lanjut

RESEKSI MANDIBULA

Introduksi

a. Definisi

Reseksi  mandibula adalah pengambilan satu segmen tulang mandibula

b. Ruang lingkup

Ameloblastoma adalah tumor yang berasal dari sel ameloblast, yaitu sel yang berdifferensiasi membentuk email.

c. Indikasi operasi

  • Tumor mandibula ameloblastoma ganas intra oral yang meluas ke gingiva atau menginfiltrasi Baca lebih lanjut

LOBEKTOMI TOTAL / SUBTOTAL

Introduksi

a. Definisi

Pengangkatan  satu  lobus  tiroid yang mengandung jaringan patologis (total lobektomi), atau sebagian  besar lobus  tiroid yang mengandung jaringan patologis (subtotal lobektomi)

b. Ruang lingkup

Benjolan tunggal atau multipel pada satu sisi trigonum leher anterior, batas jelas, kenyal  sampai padat, Baca lebih lanjut

REPOSISI TERBUKA FRAKTUR MANDIBULA

Introduksi

a. Definisi

Plating mandibula: Operasi  dengan melakukan reposisi dan fiksasi dengan menggunakan plat mini – sekrup pada patah tulang mandibula.

Wiring mandibula: Operasi  dengan melakukan reposisi dan fiksasi dengan menggunakan kawat stainless steel pada patah tulang mandibula.

b. Ruang lingkup

Fraktur tulang mandibula yang disertai displacement, bilamana direposisi dan fiksasi maka fragmen Baca lebih lanjut

REPOSISI TERBUKA FRAKTUR MAXILLA

Introduksi

a. Definisi

Plating maxilla: Operasi  dengan melakukan reposisi dan fiksasi dengan menggunakan plat mini – sekrup pada patah tulang maxilla.

Wiring maxilla: Operasi  dengan melakukan reposisi dan fiksasi dengan menggunakan kawat stainless steel pada patah tulang maxilla.

b. Ruang lingkup

Fraktur tulang maxilla yang disertai displacement, bilamana direposisi dan fiksasi maka fragmen tulang Baca lebih lanjut

REPOSISI TERBUKA FRAKTUR ZIGOMA

Introduksi

a. Definisi

Plating zigoma: Operasi  dengan melakukan reposisi dan fiksasi dengan menggunakan plat mini – sekrup pada patah tulang zigoma.

Wiring zigoma: Operasi  dengan melakukan reposisi dan fiksasi dengan menggunakan kawat stainless steel pada patah tulang zigoma.

b. Ruang lingkup

Fraktur tulang zigoma yang disertai displacement, bilamana direposisi dan fiksasi maka fragmen tulang Baca lebih lanjut

REPOSISI FRAKTUR NASAL

Introduksi

a. Definisi

Tindakan melakukan pengembalian dari fragmen tulang nasal yang mengalami patah tulang kembali ke kedudukan semula

b. Ruang lingkup

Fraktur nasal adalah fraktur pada os nasal akibat adanya Baca lebih lanjut

INSISI PLEGMON DASAR MULUT

Introduksi

a. Definisi

Tindakan drainase pada selulitis hebat yang mengenai daerah submandibula dan sublingual. Infeksi ini terjadi disebelah superfisial dan profunda dari muskulus milohioid.

b. Ruang lingkup

Selulitis hebat yang mengenai daerah submandibula dan sublingual.   Infeksi ini terjadi disebelah superfisial dan profunda dari muskulus milohioid, dan tampak tanda-tanda radang yang hebat.

c. Indikasi operasi

Selulitis/phlegmon (atau abses) pada dasar mulut dengan ancaman  obstruksi jalan nafas, Baca lebih lanjut

KRIKOTIROTOMI

Introduksi

a. Definisi

Krikotirotomi: tindakan darurat mengatasi obstruksi jalan nafas, dengan membuka/melubangi membran krikotiroidea.

b. Ruang lingkup

Krikotirotomi adalah segera harus dilakukan untuk mengamankan jalan nafas, terutama pada kasus  obstruksi jalan nafas bagian atas yang hebat.

c. Indikasi operasi

Obstruksi jalan nafas atas yang hebat, dimana persiapan trakeostomi belum dapat dilakukan.

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Persetujuan operasi yang ditanda tangani pasien atau keluarga (informed consent) prosedur operasi, hilangnya suara, komplikasi, penjelasan perawatan paska bedah. Dikerjakan dimanapun dengan penerangan yang baik, alat penghisap yang memadai, ada asisten.
  • Antibiotika profilaksis, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan Garamycin, dosis menyesuaikan untuk profilaksis.
  • Dapat dilakukan dengan anestesi lokal atau tanpa anestesi. Pada anestesi lokal diperlukan lidokain dengan dosis maksimal 7 mg/kg BB.
  • Terlentang dengan hiperekstensi kepala, bahu diberi bantalan sehingga trakea lebih tampak ke anterior, kepala diberi bantalan ‘doughnut’

Tahapan operasi

  • Stabilisasi laring dengan jari dan palpasi membran krikotiroid
  • Insisi dengan skalpel posisi transversal menembus membran krikotiroid skalpel, putar 900 supaya lubang terbuka, lebarkan lubang dengan klem Kelly. Hati-hati jangan melukai kartilago krikoid.
  • Pasang kanul trakeostomi kecil. Selanjutnya pasien dilakukan ventilasi.

d.  Komplikasi operasi

Komplikasi durante operasi

  • Perdarahan.
  • Trauma corda vokalis

Komplikasi paska operatif:

  • infeksi

e.  Mortalitas

Mortalitas rendah

f.  Perawatan Paska bedah

  • Hisap lendir dalam trakea intermiten/ tiap jam
  • Pemberian uap air hangat (nebulizer/stoom) tiap 6 jam @ 15menit
  • Anak kanul dicuci tiap jam
  • Rawat luka tiap hari
  • Secepatnya disusul tindakan trakeostomi

g.  Follow-Up

Tiap hari

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG