AMPUTASI (Onkologi)

Introduksi

a. Definisi

Amputasi adalah penghilangan sebagian atau keseluruhan ekstremitas karena trauma atau pembedahan. Dalam konteks pembedahan, amputasi bertujuan untuk menyelamatkan hidup. Secara umum, amputasi merupakan pilihan pembedahan yang terakhir, dimana sedapat mungkin dilakukan prosedur bedah yang mempertahankan ekstremitas. Namun pada beberapa kondisi, antara lain pada sarkoma jaringan lunak yang sudah menginfiltrasi semua struktur lokal di ekstremitas, amputasi merupakan pilihan. Pada sarkoma jaringan lunak ekstremitas bawah dari tulang, sekitar 20-40% membutuhkan amputasi. Pada ekstremitas bawah, amputasi dapat dilakukan diatas atau dibawah lutut. Pemilihan jenis amputasi ini tergantung dari lokasi tumor. Jika tumor berada dekat dengan lutut, maka margin eksisi luas harus mencapai atas lutut, sehingga dilakukan amputasi diatas lutut. Jika tumor terletak pada ankle atau kaki, dilakukan amputasi di bawah lutut.

b. Ruang lingkup

Ekstremitas atas dan bawah yang menyangkut kelainan keganasan

c. Indikasi operasi

  • Rekuren lokal dari tumor primer high grade tanpa tanda metastasis
  • Keterlibatan vaskular utama
  • Keterlibatan saraf utama
  • Kontaminasi jaringan lunak yang luas saat eksisi dengan perdarahan yang banyak
  • Fraktur patologis
  • Infeksi
  • Sarkoma high grade

d. Kontra indikasi operasi

Kondisi umum yang buruk, Sarkoma dengan metastasis (relatif)

e. Pemeriksaan Penunjang

Darah lengkap, faal hemostasis fungsi hati, fungsi ginjal, rontgen thorax, USG abdomen, foto tulang, CT Scan/MRI, hasil patologi anatomi biopsi/kelenjar limfe regional dengan atau tanpa immunohistokimia

Teknik Operasi

Amputasi Atas Lutut

  1. Pasien terlentang
  2. Kulit ditandai dengan marker untuk garis insisi dan pemotongan tulang diatas lutut. Garis insisi berbentuk mulut ikan dengan puncak pada sisi medial dan lateral paha. Batas osteotomi juga ditandai sebelum insisi.
  3. Dilakukan diseksi dan pemotongan kulit, fascia superfisal dan jaringan subkutan secara vertikal dari tepi insisi. Kemudian bergerak miring sesuai arch garis insisi menuju puncak irisan sampai tulang. Pembuluh darah besar diligasi. Nervus ditarik keluar dari jaringan sekitarnya kira-kira 2 cm, diligasi dua kali dengan benang monofilamen nonabsorbable dan dipotong dengan pisau serta dibiarkan masuk kembali ke jaringan sekitarnya.
  4. Kauter digunakan untuk membuka periosteum, kemudian dilakukan osteotomi dengan gergaji Gigli, dan tepi tulang di kikir untuk menghilangkan tepi tajam.
  5. Dilakukan myodesis dua lapis dengan menjahitkan otot-otot menutupi ujung tulang. Quadriseps dan hamstring dijahitkan satu sama lain untuk menutupi tulang. Adduktor di tendodesis dengan otot di ujung femur. Tahap ini penting agar kekuatan dan kestabilan femur tetap terjaga.
  6. Subkutis dan kulit ditutup lapis demi lapis dan dipasang drain.
  7. Dilakukan balutan ketat dan dipasang sarung stump diujung stump

Amputasi Bawah Lutut

  1. Pasien terlentang
  2. Kulit ditandai dengan marker untuk garis insisi dan pemotongan tulang dibawah lutut. Garis insisi berbentuk mulut ikan dengan puncak pada sisi medial dan lateral paha. Batas osteotomi juga ditandai sebelum insisi. Semakin panjang stump yang ditinggalkan, semakin baik hasil fungsionalnya.
  3. Dilakukan diseksi dan pemotongan kulit, fascia superfisal dan jaringan subkutan secara vertikal dari tepi insisi. Kemudian bergerak miring sesuai arch garis insisi menuju puncak irisan sampai tulang. Pembuluh darah besar diligasi. Nervus ditarik keluar dari jaringan sekitarnya kira-kira 2 cm, diligasi dua kali dengan benang monofilamen nonabsorbable dan dipotong dengan pisau Berta dibiarkan masuk kembali ke jaringan sekitarnya.
  4. Kauter digunakan untuk membuka periosteum, kemudian dilakukan osteotomi dengan gergaji Gigli, dan tepi tulang di kikir untuk menghilangkan tepi tajam. Minimal  5 cm tibia diperlukan untuk fungsi dan pemasangan prostesis. Fibula selalu dipotong lebih pendek dari tibia
  5. Dilakukan myodesis dua lapis dengan menjahitkan otot-otot menutupi ujung tulang.
  6. Subkutis dan kulit ditutup lapos demi lapis dan dipasang drain.
  7. Dilakukan balutan ketat dan dipasang sarung stump diujung stump

f.  Komplikasi operasi

a. Perdarahan Bila hemostasis tidak baik, dapat terjadi perdarahan di daerah operasi. Pada insisional biopsi tumor, mudah terjadi perdarahan. Bila perdarahan merembes dan tidak dapat dijahit (jaringan rapuh), dilakukan penekanan dan balut tekan diatas titik perdarahan

b.Infeksi Infeksi dapat muncul bila teknik aseptik tidak dilaksanakan dengan tepat atau sudah ada infeksi di daerah yang di biopsi

g.  Mortalitas

Rendah

h.  Perawatan Pasca Bedah

  • Elevasi tungkai selama 3-5 hari untuk mencegah edema post operasi
  • Drain diangkat kira-kira pada hari ke 5 bila produksi minimal
  • Antibiotika diberikan selama 3-5 hari sampai drain diangkat
  • Isometrik exercise esok harinya setelah operasi

i. Follow-Up

Evaluasi atas basil pemeriksaan patologi anatomi

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s