DEBRIDEMENT TRAUMA JARINGAN LUNAK WAJAH

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan debridement pada jaringan lunak wajah yang terkena trauma

b. Ruang lingkup

Perlukaan pada daerah wajah yang mengenai kulit dan jaringan lunak wajah.

c. Indikasi Operasi

Perlukaan jaringan lunak wajah

d. Pemeriksaan Penunjang

Foto polos kepala AP /Lat, Waters untuk menyingkirkan adanya fraktur maksilofasial

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent).
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi.
  • Antibiotika profilaksis, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan Garamycin, dosis menyesuaikan untuk profilaksis; Anti tetanus bila luka kotor.

Tahapan operasi

  • Anestesi lokal atau general tergantung luas luka atau dalamnya luka
  • Desinfeksi sekitar luka dengan hibitane alkohol atau dengan cairan savlon
  • Amati keadaan luka dan catat dalam rekam medik
  • Pencegahan infeksi dengan melakukan debridement yang baik. Identifikasi jaringan apa saja yang terluka.
  • Pembuangan jaringan  mati hingga jaringan yang viabel ditunjukkan dengan adanya jaringan yang berdarah.
  • Benda asing dikeluarkan semuanya, cuci dengan perhidrol dan larutan garam fisiologis. Luka yang sudah bersih dapat dilakukan penutupan luka secara primer dengan melakukan repair semua jaringan yang terluka.
  • Bila ada perlukaan mukosa dan kulit maka letakkan jahitan pertama pada perbatasan antara mukosa dan kulit. Bila ada perlukaan duktus, lakukan penyambungan secara simpul dengan vicryl 0/7 dan pasang stent yang dikeluarkan dari muara dan dipertahankan selama 1-2 minggu.

Pasang drain handschoen. Pada kerusakan jaringan yang lebih luas tidak dapat dilakukan penutupan primer, maka dilakukan penutupan sekunder atau primer tertunda.

e.  Komplikasi operasi

Infeksi.

f.  Mortalitas

Mortalitas rendah

g. Perawatan Paska Bedah

Observasi kondisi umum, dan evaluasi luka.

h. Follow-up

Tiap minggu sampai luka operasi sembuh

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s