EKSISI KISTA BRAKHIALIS

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara eksisi dari kista brankialis yang terjadi akibat gangguan perkembangan arkus brakhialis.

b. Ruang lingkup

Kista yang letaknya pada anterior 1/3 atas m. Sternokleidomostoideus, yang bisa disertai saluran kearah kranial dan bermuara di daearah tonsil

c. Indikasi operasi

  • Penekanan terhadap saluran nafas.
  • Gangguan menelan.
  • Infeksi berulang.
  • Terjadi fistula yang keluar cairan terus menerus.

d. Kontra indikasi operasi

  • Kista yang mengalami infeksi
  • Ko-morbiditas berat

e. Diagnosis Banding

  • Higroma leher
  • Metastasis karsinoma tiroid degenerasi kistik

f.  Pemeriksaan Penunjang

  • USG
  • Analisa cairan kista

Tehnik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent)
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi

Tahapan operasi

  • Pembiusan dengan general anaestesia.
  • Posisi terlentang leher ekstensi dengan ganjal punggung.
  • Desinfeksi lapangan operasi dengan hibitane  alkohol  1 : 1000.
  • Insisi horisontal sesuai garis lipatan kulit diatas kista.
  • Insisi kulit diperdalam melewati m. platisma, dibuat flap ke kranial dan kaudal pada bidang sub platisma, ekpose yang luas lebih baik untuk memudahkan identifikasi dan preservasi nervus dan struktur vaskuler yang penting
  • Kista dimobilisasi dari tepi anterior dan permukaan medial dari m. sternokleidomastoideus   (hati-hati melukai n. asesorius).
  • Sebelah medial kista dimobilisasi dari daerah carotid sheath.
  • Pada saat diseksi bagian kranial kista, perhatikan apakah ada saluran yang mengarah ke kranial bila ada saluran diidentifikasi dan dilakukan diseksi  lebih lanjut kearah kranial pada daerah bifurkasio a. karotis.
  • N. hipoglosus dan ansa hipoglossi diidentifikasi dan  dipreservasi.
  • Diseksi ini dipermudah dengan mobilisasi m. digastrikus venter  posterior  dan ditarik ke kranial. Saluran diikuti sampai faring dan saluran diligasi didaerah submukosa, kemudian dipotong disebelah distalnya.
  • Luka operasi diirigasi dengan PZ dan dicek ulang perdarahannya.
  • Drain vaccum kecil dari silikon dipasang profundus dari m.  platisma.
  • Platisma didekatkan dengan jahitan benang yang bisa diserap dan kulit ditutup dengan benang nylon 4-0.

g.  Komplikasi operasi

Komplikasi dini paska bedah:

  • Perdarahan, evaluasi dari drain, fungsi drain berjalan lancar.
  • Infeksi luka operasi. Pemberian antibiotika sesuai peta kuman atau kultur
  • Trauma pada saraf, termasuk n. fasialis n. vagus, n. glossofaringeus n. hipoglossus, n. laringeus superior, n. asesorius.
  • Trauma a. karotis.

Komplikasi yang terjadinya lambat:

Resiko kekambuhan kista.

h.  Mortalitas

Mortalitas rendah

i. Perawatan Pasca Bedah

  • Drain dilepas: produksi < 10 ml/24 jam.
  • Angkat jahitan pada hari ke-7

j.  Follow-Up

Control tiap minggu sampai luka operasi sembuh

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG