EKSISI TUMOR JARINGAN LUNAK KEPALA LEHER

Introduksi

a. Definisi

Pengangkatan tumor yang berasal dari jaringan lunak kepala dan leher dengan adekwat.

b. Ruang lingkup

Neoplasma jinak yang berasal dari jaringan lunak pada kepala dan leher.

c. Indikasi operasi

Neoplasma jinak

d. Kontra indikasi Operasi

Ko-morbiditas berat

e. Diagnosis Banding

Tumor ganas jaringan lunak kepala leher

f.  Pemeriksaan Penunjang

FNAB, biopsi terbuka, CT Scan.

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent).
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi.
  • Antibiotika profilaksis, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan Garamycin, dosis menyesuaikan untuk profilaksis (untuk tumor yang letaknya intra oral)

Tahapan operasi

  • Dilakukan dalam kamar operasi, penderita dalam narkose umum dengan intubasi nasotrakheal  kontralateral dari lesi, atau kalau kesulitan bisa orotrakeal yang diletakkan pada sudut mulut serta  fiksasinya kesisi kontralateral, sehingga lapangan operasi bisa bebas.
  • Posisi penderita telentang  sedikit “head-up” (20-250) dan kepala menoleh kearah kontralateral, ekstensi (perubahan posisi   kepala setelah didesinfeksi).
  • Desinfeksi lapangan dengan Hibitane-alkohol 70%  1:1000, atau dengan larutan savlon dalam air 1 : 30 bila tumor terletak  intra oral.
  • Lapangan operasi dipersempit dengan kain steril.
  • Insisi sesuai dengan garis Langer, diperdalam hingga mendekati tumor. Eksisi tumor dengan kontrol perdarahan. Apabila memerlukan drain dapat dipasang redon drain. Jahit lapis demi lapis, Kulit dengan nylon 5.0
  • Luka operasi yang diluar ditutup dengan kasa steril dan di beri hepafiks.
  • Buat laporan operasi dan surat pengantar untuk pemeriksaan PA.

g. Komplikasi operasi

  • Perdarahan
  • Hematom
  • Infeksi

h. Mortalitas

Mortalitas rendah

i. Perawatan Pasca bedah

  • Bila dengan pembiusan umum
  • Setelah sadar betul bisa dicoba minum sedikit-sedikit, setelah 6 jam tidak mual bisa diberi makan.
  • Bila menggunakan drain Redon diobservasi produksinya, dicatat kualitas, jumlah cairan yang keluar dalam 24 jam, dibuang kemudian divakum ulang.
  • Pada penderita yang terpasang drain Redon dilepas jika produksinya < 10 cc/24 jam.
  • Luka operasi dirawat ganti verban pada hari ke-3.
  • Penderita dengan pembiusan lokal dapat dipulangkan.
  • Penderita dipulangkan sehari setelah angkat drain, anjurkan kontrol di Poli Bedah.
  • Angkat jahitan pada hari ke-7 setelah operasi.

j. Follow-up

Jadwal follow-up:

Tahun ke 1                                : tiap 3 bulan

Tahun ke 2                                : tiap 4 bulan

Tahun ke 3-4                            : tiap 6 bulan

Tahun ke 5                               : setiap tahun

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG