EKSKOKLEASI EPULIS

Introduksi

a. Definisi

Ekskokleasi epulis ialah pengangkatan jaringan patologis dari ginggiva, pencabutan gigi yang terlibat serta pengerokan sisa jaringan pada bekas akar gigi.

b. Ruang lingkup

Epulis   granulomatosa:  tumor jinak jaringan lunak  pada ginggiva  kemerahan, batas tidak jelas, mudah berdarah pada waktu dipalpasi oleh karena kaya pembuluh darah. Pada pemeriksaan histopatologi tampak gambaran proses inflamasi.

Epulis Telangiectatica (gingival pyogenic granuloma) :  Pembengkakan lunak pada ginggiva, yang karakteristik jaringan granulasi merah pucat. Mudah berdarah oleh karena dilatasi pembuluh darah kapiler. Mudah berdarah, pertumbuhan yang cepat, resorbsi tulang, rekurensi bila operasinya inkomplit menyebabkan secara klinis mirip suatu neoplasma. Gambaran histopatologis juga suatu proses inflamasi.

Epulis gravidarum   (Granuloma telengiectaticum ingraviditate): Epulis telengiectatica yang terjadi pada kehamilan . Pada umumnya akan menghilang spontan setelah melahirkan dan beberapa juga rekurens bila hamil lagi dan pada tempat yang sama.

Giant-cell  epulis (Epulis Gigantocellularis):  tumor jinak jaringan lunak pada ginggiva, elastis, merah pucat, dengan dungkul putih pucat, berukuran antara 1-3cm. Sering terjadi resorbsi tulang. Pada operasi yang tidak bersih sering rekuren.

Epulis fibrosa: tumor jaringan lunak pada ginggiva dengan karakteristik jaringan fibroma, permukaan rata, ditutupi mukosa merah-pucat, menempel pada ginggiva. Tumbuh lambat. Histopatologis tampak jaringan ikat fibrosa.

c. Indikasi operasi

Epulis kecuali epulis gravidarum

d. Kontra indikasi Operasi

Ko  morbiditas berat

e. Diagnosis Banding

Karsinoma gingiva

f.  Pemeriksaan Penunjang

FNA

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent).
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi.
  • Antibiotika profilaksis, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan Garamycin, dosis menyesuaikan untuk profilaksis.

Tahapan operasi

  • Dilakukan dalam kamar operasi, penderita dalam narkose umum dengan intubasi nasotrakheal kontralateral dari lesi, atau kalau kesulitan bisa orotrakeal yang diletakkan pada sudut mulut serta fiksasinya kesisi kontralateral, sehingga lapangan operasi bisa bebas. Posisi penderita telentang  sedikit “head-up”(20-250), ekstensi (perubahan posisi kepala setelah didesinfeksi).
  • Desinfeksi intraoral dengan Hibicet setelah dipasang tampon steril di orofaring.
  • Desinfeksi lapangan operasi luar dengan Hibitane-alkohol 70%  1:1000.
  • Posisikan penderita tengadah dengan mengganjal  bantal  pundaknya.
  • Dengan menggunakan mouth spreader, mulut dibuka sehingga lapangan operasi lebih jelas.  Insisi  dilakukan diluar tepi lesi pada jaringan yang sehat dengan menggunakan couter-coagulation, lakukan rawat perdarahan, lakukan pembersihan lebih lanjut dengan jalan mencabut gigi yang terlibat serta lakukan kerokan pada sisa sekitar tumor.
  • Surat pengantar PA diberi keterangan klinis yang jelas.

g.  Komplikasi operasi

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Residif

h.  Mortalitas

Sangat rendah

i. Perawatan Pascabedah

  • Infus Ringer Lactate dan Dextrose 5% dengan perbandingan 1 : 4 (sehari). Antibiotik profilaksis diteruskan 1 hari.
  • Setelah sadar betul bisa dicoba minum sedikit-sedikit, setelah 6 jam tidak mual bisa diberi makan.
  • Pada penderita yang dipasang kasa verband tampon steril pada saat operasi  untuk menghentikan perdarahan pada bekas akar gigi, bisa dilepas setelah 1 jam dari  operasi atau ancaman perdarahan sudah berhenti.
  • Kumur-kumur/Oral hygiene penderita di teruskan terutama sebelum dan sesudah  minum/makan.
  • Penderita boleh pulang  sehari kemudian.

j. Follow-Up

Tiap minggu sampai luka operasi sembuh

8 Komentar

  1. saya penegen tahu berapa lama si waktu yang diperlukan untuk prophylaksis sebelum operasi dilakukan apabila pasien hanya rawat jalan? tq

    • Dear Sdr Novyan

      Kalo yang dimaksud adalah pemberian Antibiotika pre-op sebagai terapi profilaksis…..maka sesuai Rules yang ada di Pedoman Pencegahan SSI (Surgical Site Infection), maka diberikan 30-60 menit sebelum operasi.

      Semoga bisa menjawab dan terima kasih atas kunjungannya.

  2. saya tika,umur saya 23 tahun..belum menikah.saya menderita epulis sudah hampir 2 tahun..dulu pernah diperiksa tapi hanya di ikat sampai epulisnya lepas,tapi sebulan kemudian tumbuh kembali begitu saja tiap bulan.apa tidak berbahaya?

    • Yth mbak tika

      Pada prinsipnya epulis adalah tumor jinak pada ginggiva (selaput bagian dalam mulut dekat gigi geligi), kalau sering kambuh setelah tindakan dan lokasi ditempat yang sama sebaiknya dilakukan tindakan eksisi komplit dan kuret, karena biar bagaimanapun tumor jinak apabila terjadi inflamasi terus menerus kemungkinan berubah ganas di kemudian hari masih ada.
      Mintalah saran pada dokter di kota anda, mudah2an ada jalan keluar yang terbaik.

  3. dokter,,sy mw tnya bagaimana cara kita membedakan epulis fibromatosa dengan fibroma?

    • mhn baru baru bisa jawab malam ini, pada prinsipnya sama antara keduanya dimana tumor merupakan berasal dari jaringan fibrous / ikat sehingga teraba lebih keras dan pada pemeriksaan patologi anatomi akan tampak sel-sel fibroblast yang dominan. Yang membedakan adalah bahwa epulis terjadi di ginggiva. sedangkan fibroma bisa terjadi dimana saja. mudah2an bisa menjawab

  4. dokter, saya divonis punya penyakit epulis granulomatosa. sudah 3 kali operasi + embolisasi. saat ini tumbuh kembali sebesar ibu jari. namun, saya trauma ke dokter & operasi lagi. adakah obat lain selain operasi? solusi apa selain operasi agar benjolannya tidak semakin besar? adakah obat untuk menghambat pertumbuhannya?

    • memang kasus epulis sering menjengkelkan pasien karena sering kambuh pasca operasi….untuk obat2an memang tidak…namun bisa disiasati dengan tindakan operasi yang lebih radikal. epulis ini memang harus diangkat karena risiko inflamasi/k konis pada tumor tsb akan menyebabkan degenerasi maligna. sebaiknya dilakukan lagi tapi lebih radikal.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s