EKSTRAKSI CORPUS ALIENUM DI KEPALA DAN LEHER

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pengambilan benda asing pada regio kepala dan leher

b. Ruang lingkup

Benda asing yang masuk ke regio kepala dan leher melalui luka penetrasi kulit

c. Indikasi

Corpus alienum/yang potensial menimbulkan infeksi, keracunan, atau migrasi ketempat lain

d. Kontra indikasi Operasi

Ko-morbiditas berat

e. Pemeriksaan Penunjang

Foto polos, CT scan kepala leher

Algoritma

Riwayat kejadian dan pemeriksaan klinis

Trauma, masuknya benda asing pada kepala/ leher

Foto polos kepala leher → tampak benda asing yang radioopaque

↓                                                                             ↓

Bila tidak tampak → CT scan / MRI → debridement/ ekstraksi corpus alienum

Catatan: intra operatif jika diperlukan dapat dapat menggunakan imaging fluoroskopi

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tanda tangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent).
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi
  • Penderita diberi antibiotika terapeutik, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan Garamycin, dan anti tetanus.

Tahapan operasi

  • Anestesi lokal atau general tergantung dalamnya letak korpus alienum
  • Desinfeksi tepi luka dengan hibitan alkohol, atau dengan cairan savlon bila pendekatannya intra oral
  • Persiapan alat imaging di kamar operasi
  • Tentukan lokasi korpus alienum dahulu dengan alat imaging. Insisi kulit dengan memperhatikan struktur di bawahnya, atau mengikuti dari jalan masuknya benda asing. Pencegahan infeksi dengan melakukan debridement yang baik. Benda asing dikeluarkan semuanya, cuci dengan perhidrol dan larutan garam faali.
  • Luka yang sudah bersih dapat dilakukan penutupan luka dengan jahitan primer, bila meragukan dapat diberi penrose drain. Pada kerusakan jaringan yang lebih luas tidak dapat dilakukan penutupan primer, maka dilakukan penutupan sekunder atau primer tertunda.

f. Komplikasi operasi

Infeksi.

g.  Mortalitas

Mortalitas rendah, bila tidak mengenai arteri besar, jalan nafas, atau medula spiralis

h. Perawatan Pasca Bedah

Observasi kondisi umum, dan evaluasi luka.

i. Follow-Up

Tiap minggu sampai luka operasi sembuh

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s