EXTIRPASI KISTA DUKTUS TIROGLOSUS (PROSEDUR MODIFIKASI SISTRUNK)

Introduksi

a. Definisi

Pengangkatan kista duktus tiroglossus beserta salurannya, hanya memotong sebagian kartílago hyoid pada tempat menempelnya duktus tiroglosus, sampai ke pangkalnya di pangkal lidah.

b. Ruang lingkup

Benjolan sehingga kartilago hyoid, di garis tengah, dan ikut bergerak saat menelan dan saat menjulurkan lidah.

c. Indikasi operasi

Kista duktus tiroglossus.

d. Kontra indikasi Operasi

Ko-morbiditas berat

e. Diagnosis Banding

  • Kista desmoid
  • Struma nodosa ismus

f. Pemeriksaan Penunjang

USG, FNA

Teknik Operasi

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent).
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi.

Tahapan operasi

  • Dilakukan di kamar operasi, dengan anestesi umum, intubasi orotrakeal.
  • Posisi penderita telentang, hiperekstensi dengan ganjal bantal di pundaknya.
  • Meja operasi sedikit “head up”  20-25o.
  • Desinfeksi   lapangan  operasi   dengan  lar. Hibitane- alkohol 70%  1 : 1000
  • Lapangan operasi dipersempit dengan kain steril.
  • Insisi kolar, sesuai garis Langens tepat di atas tumor, sepanjang 5cm, diperdalam sampai fascia koli   superfisialis. Perdarahan dirawat.
  • Dibuat flap ke atas sampai submental, dan flap ke bawah sampai 2 cm di kaudal tepi bawah kista .
  • Flap atas dan bawah diteugel dengan menjahitkan ke kain dengan benang sutera 2/0.
  • Dengan dobel pinset, fascia koli superfisialis dibuka pada garis median. Dengan menyisihkan otot   pretrakealis ke kanan-kiri akan tampak dinding kista.
  • Kista dibebaskan secara tajam dari jaringan sekitar.
  • Origo m. hioglossus bagian tengah dibebaskan dari kartilago hioid dengan pisau. Demikian juga bagian-  bagian medial dari m. tirohioid yang menempel di hioid.
  • Dengan pemotong tulang, kartilago hioid dipotong kurang lebih 1-1,5 cm pada bagian tengah dimana   saluran kista tiroglossus melekat kartilago hioid.
  • Kista beserta kartilago hioid dielevasi ke kranial sehingga dapat dilihat dan diikuti salurannya yang   menuju ke arah dasar lidah. Bila perlu isi kista diaspirasi sebagian, kemudian dimasukkan metilin biru ke dalamnya sehingga saluran bisa nampak lebih jelas.
  • Saluran kista diikuti dan dibebaskan ke proksimal sampai ujung.
  • Dibuat ligasi dengan benang sutera 2/0 pada ujung saluran, dan dipotong pada distal dari ligasi   tersebut. Kontrol perdarahan
  • Pasang drain handschoen. Untuk penderita yang rawat inap maka dipasang drain Redon.
  • Fascia koli dan lemak dijait lapis demi lapis dengan dexon atau vicryl 3/0, kulit dijahit simpul dengan  dermalon atau ethilon 4/0 atau 5/0 drain handschoen difiksasi pada kulit.

g.  Komplikasi operasi

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Fistel
  • Residif

h.  Mortalitas

Mortalitas rendah

i. Perawatan Paskabedah

  • Infus dilanjutkan dari sisa kamar operasi, bila sudah sadar baik boleh minum sedikit-sedikit dan bila tidak ada gangguan bisa minum bebas, dan boleh makan.
  • Hari ke-3 handschoen drain dilepas, dan bisa dilanjutkan kontrol poliklinis.
  • Hari ke-7 jahitan kulit angkat.

j.  Follow-Up

Kontrol tiap tiga bulan selama 3 bulan

Iklan

2 Komentar

  1. Ga ada contoh gambarnya??

    • Mhn maaf mas Adi untuk sementara belum ada….insyaAllah nanti saya attach gambarnya…supaya lebih lengkap…terima kasih atas kritik dan sarannya….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s