FLAP LATISSIMUS DORSI

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan rekonstruksi untuk menutup defek pada operasi ekstensif di daerah kepala dan leher bagian bawah dan payudara

b. Ruang lingkup

Otot latissimus dorsi adalah otot paling superfisial berbentuk seperti segitiga/kipas di bagian posterior tubuh mulai dari prosesus spinosus torakal 6 dan vertebra lumbalis, sakrum dan krista iliaka, yang mendapat vaskularisasi utama dari a/v torakalis dorsalis dan diinervasi oleh n. Torakalis dorsalis

c. Indikasi operasi

  • Defek pada payudara
  • Defek pada dinding toraks ipsilateral
  • Defek pada kepala leher bagian bawah

d. Kontra indikasi operasi

  • Operasi torakotomi sebelumnya yang menyebabkan kerusakan vaskularisasi di sana
  • Otot yang kurang bisa dimobilisasi karena operasi mastektomi sebelumnya
  • Komorbiditas yang berat

e. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan darah lengkap dan kimia darah, foto toraks, kalau perlu EKG untuk persiapan operasi.

Teknik operasi

  1. Penderita posisi miring dalam general anaesthesia
  2. Desinfeksi lapangan operasi, bagian atas sampai dengan pertengahan leher, bagian bawah sampai dengan umbilikus, bagian medial sampai pertengahan punggung kontralateral, bagian lateral sampai dengan parasternal ipsilateral. Lengan atas didesinfeksi melingkar sampai dengan siku kemudian dibungkus dengan doek steril dilanjutkan dengan mempersempit lapangan operasi dengan doek steril
  3. Dilakukan insisi membentuk island, sesuai dengan defek yang ada, kemudian insisi diperdalam sampai dengan fascia m. Latissimus dorsi.
  4. Dibuat flap atas sampai di bawah scapula, flap medial sampai paravertebra ipsilateral, flap bawah, flap lateral sampai tepi anterior m. latissimus dorsi dan mengidentifikasi vasa dan n. thoracalis dorsalis
  5. Otot latissimus dorsi dipotong dan dilepaskan dengan dasarnya dengan tetap mempertahankan pedikel dari a/v torakalis dorsalis & n. torakalis dorsalis  sambil merawat perdarahan yang terjadi, sehingga akan didapatkan island flap yang bisa secara adekwat dimobilisasi ke anterior untuk menutup defek payudara atau ke kranial untuk menutup defek di daerah kepala leher bagian bawah.
  6. Pada saat memobilisasi flap menuju defek yang akan direkonstruksi harap selalu diperhatikan pedikelnya jangan sampai kinking dan juga bagaimana kondisi flapnya apakah viabel atau tidak.
  7. Evaluasi ulang sumber perdarahan
  8. Menjahit island flap dengan defek yang ada
  9. Menjahit defek di punggung dapat secara primer atau skin graft
  10. Lapangan operasi dicuci dengan larutan  Nacl 0,9%.
  11. Dipasang 1 buah drain continous
  12. Luka operasi ditutup lapis demi lapis

f.  Komplikasi operasi

Dini    : – pendarahan

– lesi n. Thoracalis longus → wing scapula

– Lesi n. Thoracalis dorsalis.

Lambat : – infeksi

– nekrosis flap

wound dehiscence

– seroma

– edema lengan

– kekakuan sendi bahu→ kontraktur

g.  Perawatan pasca bedah

Pasca bedah penderita dirawat di ruangan dengan mengobservasi produksi drain, memeriksa Hb pasca bedah. Rehabilitasi dilakukan sesegera mungkin dengan melatih pergerakan sendi bahu. Drain dilepas bila produksi masing-masing drain < 20 cc/24 jam. Jahitan dilepas umumnya hari ke 7 s/d 10.

h.  Follow up

  • Perdarahan, hematoma yang terjadi (hari 0-7)
  • Flap otot latissimus hidup atau nekrosis (hari 0-7)
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s