MASTEKTOMI SUBKUTAN

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan payudara dengan tidak mengangkat seluruh jaringan payudara pada penderita ginekomasti

b. Ruang lingkup

Payudara adalah masa stroma dan parenkhim payudara yang terletak di dinding torak anterior dengan batas superior: suclavicula, inferior: garis infra mammary, medial: garis sternal, lateral: garis axilaris medius, tidak termasuk kulit kecuali kulit dan kelenjar getah bening regional aksila ipsilateral

Diagnosa ginekomasti ditegakkan dengan:

Anamnesa: onsetnya, pubertas, riwayat pemakaian obat obatan (simetidin, spironolakton, androgen atau anti estrogen, reserpin), penyakit hati menahun, sindroma kleinefelter, tumor testis, hipogonadism, hipertiroidism

Faktor resiko: pubertas, riwayat pemakaian obat obatan (simetidin, spironolakton, androgen atau anti estrogen, reserpin), penyakit hati menahun, sindroma kleinefelter, tumor testis, hipogonadism, hipertiroidism

Pemeriksaan klinis lokal dan genitalia eksterna, FNA & pencitraan (mamografi dan/atau USG payudara).

c. Indikasi operasi

Ginekomasti

d. Kontra indikasi operasi

Komorbiditas yang berat

e. Diagnosa banding

  • Lipoma
  • Obesitas
  • Keganasan payudara

f. Pemeriksaan penunjang

  • Mamografi dan/atau USG payudara
  • FNAB tumor payudara
  • pemeriksaan kimia darah lengkap, foto toraks, EKG untuk persiapan operasi

Teknik operasi

  1. Penderita dalam general anaesthesia, lengan ipsilateral dengan yang dioperasi diposisikan abduksi 900, pundak ipsilateral dengan yang dioperasi diganjal bantal tipis.
  2. Desinfeksi lapangan operasi, bagian atas sampai dengan pertengahan leher, bagian bawah sampai dengan umbilikus, bagian medial sampai pertengahan mammma kontralateral, bagian lateral sampai dengan tepi lateral skapula. Lengan atas didesinfeksi melingkar sampai dengan siku kemudian dibungkus dengan doek steril dilanjutkan dengan mempersempit lapangan operasi dengan doek steril
  3. Dilakukan insisi infra mammary, kemudian dibuat flap.
  4. Flap atas sampai di bawah klavikula, flap medial sampai parasternal ipsilateral, flap bawah sampai infra mammary fold, flap lateral sampai tepi anterior m. Latissimus dorsi dan mengidentifikasi vasa dan N. thoracalis dorsalis
  5. Mastektomi dimulai dari bagian medial  menuju lateral sambil merawat perdarahan, terutama cabang pembuluh darah  interkostal di daerah parasternal. Pada saat sampai pada tepi lateral m. pektoralis mayor dengan bantuan haak jaringan mama dilepaskan dari m. Pektoralis minor dan serratus anterior
  6. Lapangan operasi dicuci dengan larutan  NaCl 0,9%.
  7. Evaluasi ulang sumber perdarahan
  8. Dipasang 1 buah drain continous
  9. Luka operasi ditutup lapis demi lapis.

g.  Komplikasi operasi

Dini:

– pendarahan

– lesi n. Thoracalis longus → wing scapula

– Lesi n. Thoracalis dorsalis.

Lambat:

– infeksi

– nekrosis flap & areola mamma

wound dehiscence

– seroma

– edema lengan

– kekakuan sendi bahu → kontraktur

h. Morbiditas

Rendah

i. Perawatan pasca bedah

  • Pasca bedah penderita dirawat di ruangan dengan mengobservasi produksi drain, memeriksa Hb pasca bedah.
  • Rehabilitasi dilakukan sesegera mungkin dengan melatih pergerakan sendi bahu.
  • Drain dilepas bila produksi masing-masing drain < 20 cc/24 jam.
  • Jahitan dilepas umumnya hari ke 7 s/d 10.

j. Follow up

Mencari tanda-tanda rekurensi

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s