TIROIDEKTOMI SUBTOTAL

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara pengangkatan sebagian besar jaringan tiroid pada kedua lobus.

b. Ruang lingkup

Benjolan di leher bagian depan, ikut bergerak waktu menelan disertai tanda hipertiroidi, benjolan difus, optalmopati dikarenakan kelainan auto imun.

c. Indikasi operasi

  • Usia < 40 tahun.
  • Disertai nodul tiroid.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil.
  • Problem kardiologis akibat penyakit Graves.

d. Kontra indikasi operasi

  • Penyakit Graves rekuren.
  • Alergi OAT.
  • Resiko tinggi untuk bedah/anestesi.

e. Diagnosis Banding

Tiroiditis subakut

f. Pemeriksaan Penunjang

  • Lab: T3, T4, TSH
  • Foto polos leher (kalau perlu), USG tiroid, EKG

Teknik Operasi

Persiapan sebelumnya, pasien dalam kondisi eutiroid dan diberikan lugolisasi 7-14 hari.

Menjelang operasi

  • Penjelasan kepada penderita dan keluarganya mengenai tindakan operasi yang akan dijalani serta resiko komplikasi disertai dengan tandatangan persetujuan dan permohonan dari penderita untuk dilakukan operasi. (Informed consent)
  • Memeriksa dan melengkapi persiapan alat dan kelengkapan operasi, persiapan ruang ICU untuk monitoring setelah operasi.
  • Penderita puasa minimal 6 jam sebelum operasi
  • Tanpa antibiotika profilaksis.

Tahapan operasi

  • Pembiusan dengan endotrakeal, posisi kepala penderita hiperekstensi dengan bantal di bawah pundak penderita.
  • Desinfeksi dengan larutan antiseptik, kemudian dipersempit dengan linen steril.
  • Insisi collar dua jari di atas jugulum, diperdalam memotong m. platisma sampai foscia kolli superfisialis
  • Dibuat flap keatas sampai kartilago tiroid dan kebawah sampai jugulum, kedua flap di teugel keatas dan kebawah pada linen.
  • Fascia kolli superfisial dibuka pada garis tengah dari kartilago hioid sampai jugulum.
  • Otot pretrakealis (sternohioid dan sternotiroid) kanan kiri dipisahkan kearah lateral dengan melepaskannya dari kapsul tiroid.
  • Tonjolan tiroid diluksir keluar dan dievaluasi mengenai ukuran, konsistensi, nodularitas dan adanya lobus piramidalis.
  • Ligasi dan pemotongan v. tiroidea media, dan a. tiroidea inferior sedikit proksimal dari tempat masuk ke tiroid, hati‑hati jangan mengganggu vaskularisasi dari kel. paratiroid.
  • Identifikasi N. rekuren pada sulkus trakeoesofagikus. Syaraf ini diikuti sampai menghilang pada daerah krikotiroid.
  • Identifikasi kel. paratiroid pada permukaan posterior kel. tiroid berdekatan dengan tempat a. tiroidea inferior masuk ke tiroid.
  • Kutub atas kel. tiroid dibebaskan dari kartilago tiroid mulai dari posterior dengan identifikasi cabang eksterna n. laringikus superior dengan memisahkannya dari a. & v. tiroidea superior. Kedua pembuluh darah tersebut diligasi dan dipotong.
  • Kemudian lobus tiroid dapat dibebaskan dari dasarnya dengan meninggalkan intak kel. paratiroid beserta vaskularisasinya dan n. rekuren.
  • Untuk melakukan prosedur subtotal maka dengan menggunakan klem lurus dibuat “markering” pada jaringan tiroid di atas n. rekuren dan gld. paratiroid atas bawah dan jaringan tiroid disisakan sebesar satu ruas jari kelingking penderita
  • Prosedur yang sama dilakukan juga pada satu lobus tiroid kontralateral. Perdarahan yang masih ada dirawat, kemudian luka pembedahan ditutup lapis demi lapis dengan meninggalkan  drain Redon.

g.  Komplikasi operasi

Komplikasi dini paska bedah

Perdarahan

  • Bila darah di botol Redon > 300 ml per 1 jam, perlu dilakukan re‑open. Jika perdarahan arterial, drain Redon kurang cepat menampung perdarahan dan darah mengumpul pada leher membentuk hematoma dan menekan trakea sehingga penderita sesak napas.
  • Lakukan intubasi atau tusukkan Medicut no.12 perkutan  menembus membran   krikotiroid.
  • Luka operasi dibuka dan evakuasi bekuan darah
  • Penderita dibawa ke kamar pembedahan untuk dicari sumber perdarahan dan dihentikan, dipasang drain Redon.

Lesi n. laringius superior

  • Cedera pada cabang eksternus mengakibatkan perubahan tonus suara penderita, bila berbicara agak lama maka penderita merasa capek dan suara makin menghilang.
  • Cedera pada cabang internus mengakibatkan penderita tersedak bila minum air.

Kerusakan n. rekuren

  • Bila waktu pembedahan kedua syaraf rekuren diidentifikasi maka kemungkinan paralise akibat kecelakaan dilaporkan hanya 0‑0,6%. Gangguan yang sifatnya transien pada 2‑4% dan akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan
  • Adanya gangguan pada n. rekuren secara awal dapat dilihat dengan  laringoskop direkta pada waktu dilakukan ekstubasi.

Komplikasi yang terjadinya lambat

Hipoparatiroidism

  • Hipokalsemia transien dapat terjadi 1‑2 hari pasca‑bedah. Oedema pada paratiroid karena manipulasi dapat menambah terjadinya hipoparatiroidism transien.
  • Bila timbul gejala klinis seperti parestesi, kram, kejang, perlu diberi terapi dengan pemberian pelan intravena kalsium glukonat 10% sebanyak 10 ml, disertai kalsium per‑oral. Terjadinya hipoparatiroidism permanen bila kel.paratiroid terambil sebanyak 2 buah atau lebih, atau terjadi kerusakan vaskularisasinya. Untuk mencegah hal ini dianjurkan untuk melakukan autotransplantasi kel. paratiroid pada m. sternokleido- mastoideus. Autotransplantasi kel. paratiroid ini memiliki daya hidup yang tinggi

Hipotiroidism

Hipotiroidism setelah tiroidektomi subtotal terjadi bila sisa jaringan tiroid yang ditinggalkan kurang banyak.

Hipertiroid rekuren

Krisis tiroid

h.  Mortalitas

Angka kematian pasca tiroidektomi total yang dilakukan oleh ahli bedah yang berpengalaman kurang dari 0,2 % dan dalam sejumlah banyak seri yang dilaporkan angka kematiannya adalah 0%.

i. Perawatan Pascabedah

Pasca-bedah dirawat di ICU 1 malam, OAT diteruskan 2 hari, Lugol distop, Propanolol tapering off, Drain dilepas bila produksi <10 ml/hr, dan angkat jahitan hari ke 7.

j.  Follow-Up

Follow-up :

Tahun ke 1                  : tiap 3 bulan

Tahun ke 2                 : tiap 4 bulan

Tahun ke 3, 4            : tiap 6 bulan

Tahun ke 5                  : setiap tahun

Yang dievaluasi :

Leher → tonjolan tiroid

Klinis dan faal tiroid ( T3,T4,TSH) setiap kontrol

Iklan

4 Komentar

  1. Assalamualaikum.
    maaf, saya telah meng-copy artikel anda tanpa izn sebelumnya, karena saya sedan membuat tugas akhir….
    terima kasis atas artikelnya.
    wassalam.

    • Alhamdulillah bermanfaat…..it’s okey memang tujuan saya untuk sharing ilmu pengetahuan terutama dibidang ilmu bedah….tolong diberitahukan ke temen2 yang lain ya…..

      Salam hangat dari saya

  2. maaf mau Tanya sumber dari mana ya ?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s