ORKHIDOPEKSI

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan untuk meletakkan dan memfiksasi testis pada skrotum

b. Ruang lingkup

Penderita yang datang dengan keluhan tidak teraba testis dalam skrotum

c. Indikasi operasi

Posisi testis yang abnormal, yaitu:

  1. Testis ektopik, yaitu testis yang sudah turun melewati anulus ekstenus tetapi terletak di luar skrotum. Biasanya terletak di superfisial dari kanalis ingunalis, perineum atau prepubik.
  2. Testis undescensus, yaitu posisi testis berada pada jalur penurunan testis dari ginjal hingga skrotum. Jika testis tidak teraba harus dilakukan laparoskopi, kedua testis tidak teraba pada keadaan (undescensus bilateral) sebaiknya diperiksa analisa chromosome dan hormon CLH, FSH, testosteron.

Operasi harus dilakukan pada usia 2 tahun, karena perubahan degeneratif terjadi selama usia 2-3 tahun.

d. Diagnosis Banding

Anorchia

e. Pemeriksaan Penunjang

Ultrasonografi bila pemeriksaan klinis meragukan.

Teknik Operasi

▪  Dengan pembiusan regional atau umum.

▪  Posisi pasien terlentang (supinasi).

▪  Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik.

▪  Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.

▪  Insisi secara transversal pada lipatan kulit melewati batas kanalis inguinalis.

▪  Jaringan subkutan dipisahkan. Testis mungkin berada di superfisial dari kanalis inguinalis atau anulus eksternus. Gubernakulum dibebaskan dengan diatermi sehingga anulus eksternus terekspos. Otot obliqus externus di insisi sesuai dengan arah seratnya.

▪  Setelah itu pisahkan otot obliqus internus. Bebaskan posesus vaginalis dari jaringan sekitarnya hingga tampak lemak preperitoneum. Pada saat membebaskan funikulus spermatikus harap berhati-hati dengan struktur yang ada, terutama arteri dan vas deferens. Diseksi dilakukan hingga ke dalam anulus internus

▪  Mobilisasi funikulus spermatikus untuk melihat apakah panjangnya memadai untuk dilakukan orchidopexy. Bila terdapat kantung hernia, lakukan herniotomi.

▪  Lakukan insisi pada kulit skrotum sesuai dengan panjang funikulus spermatikus yang bisa dibebaskan. Masukkan klem arteri secara retrograde melalui lubang insisi tersebut, dan testis dibawa masuk kedalam skrotum.

▪  Funikulus spermatikus tidak boleh terlalu tegang. Fiksasi testis pada skrotum cukup hanya dengan satu jahitan benang yang tidak diserap.

▪  Kulit skrotum ditutup dengan jahitan jelujur atau interrupted menggunakan bengan chromic catgut 4.0.

f.  Komplikasi operasi

Komplikasi pasca bedah ialah infeksi, hematoma dan edema.

g. Perawatan Pascabedah

Rawat luka hari ke 3

h. Follow-up

  • Hindari olahraga bersepeda dan beladiri sekitar 3 minggu.
  • Posisi dan viabilitas testis dievaluasi 3 minggu dan 6 bulan setelah operasi.

    Tinggalkan komentar

    Belum ada komentar.

    Comments RSS TrackBack Identifier URI

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s