REPAIR HIPOSPADIA (KORDEKTOMI & URETROPLASTI)

Introduksi

a. Definisi

Suatu keadaan abnormal dari perkembangan uretra anterior dimana meatus uretra eksterna terletak di bagian ventral dan letaknya lebih proksimal dari letak yang normal dan disertai adanya fibrosis pada bagian distal MUE yang menyebabkan bengkoknya penis (chordae).

b. Ruang Lingkup

Hipospadia pada distal, midshaft dan proksimal penis.

c. Indikasi Operasi

Tujuan  operasi hipospadia adalah untuk meluruskan penis, memungkinkan proses miksi saat berdiri dan untuk meningkatkan fertilitas.

d. Kontra indikasi operasi (tidak ada)

e. Diagnosis banding (tidak ada)

f. Pemeriksaan Penunjang

Hanya dengan pemeriksaan klinis

Teknik Operasi

Waktu operasi yang optimal adalah saat anak berusia 3-18 bulan.  Pada saat ini anak-anak akan mengalami amnesia dari prosedur operasi dan 70-80% kelainan dapat ditangani tanpa perlu dirawat.

Terdapat 2 tahap dari operasi hipospadia, yang pertama adalah eksisi korde dan tunneling, dan yang kedua adalah rekonstruksi uretra (uretroplasty)

Eksisi korde

Setelah insisi dari hipospadia telah dilakukan dan flap telah diangkat, seluruh jaringan yang dapat mengakibatkan bengkok diangkat dari sekitar meatus dan dibawah glans.  Setelah itu dilakukan tes ereksi artificial.  Bila korde tetap ada, maka diperlukan reseksi lanjutan.

Urethroplasty

Terdapat banyak teknik yang dapat digunakan untuk urethroplasty, namun yang akan dibahas adalah teknik MAGPI yang cukup umum digunakan.

MAGPI (Meatal Advancement and Glanuloplasty Incorporated)

  • Teknik MAGPI ini dapat digunakan untuk pasien dengan hipospadia glanular distal.  Setelah penis terlihat lurus pada tes ereksi artifisial, insisi sirkumsis dilakukan. Skin hook diletakkan pada tepi ujung dari saluran uretra glanular lalu kemudian ditarik ke arah lateral.  Gerakan ini dapat meningkatkan transverse band dari mukosa yang nantinya akan diinsisi longitudinal pada garis tengah.
  • Insisi pada dinding dorsal glanular uretra  ini nantinya akan ditutup dengan jahitan transversal dengan chromic catgut 6-0.  Skin hook ditempatkan pada tepi kulit dari korona pada garis tengah ventral.
  • Dengan traksi distal, ujung glans ditarik ke depan dan dijahitkan pada garis tengah dengan jahitan subkutikuler.  Epitel glans ditutup dengan jahitan interrupted.  Kelebihan kulit dari prepusium dorsal dapat dijahitkan untuk penutupan kulit.

g.  Komplikasi Operasi

Jangka pendek

  • Edema lokal dan bintik-bintk perdarahan dapat terjadi segera setelah operasi dan biasanya tidak menimbulkan masalah yang berarti
  • Perdarahan postoperasi jarang terjadi dan biasanya dapat dikontrol dengna balut tekan.  Tidak jarang hal ini membutuhkan eksplorasi ulang untuk mengeluarkan hematoma dan untuk mengidentifikasi dan mengatasi sumber perdarahan.
  • Infeksi merupakan komplikasi yang cukup jarang dari hipospadia.  Dengan persiapan kulit dan pemberian antibiotika perioperatif hal ini dapat dicegah.

Jangka panjang

  • Fistula: Fistula uretrokutan merupakan masalah utama yang sering muncul pada operasi hipospadia.  Fistula jarang menutup spontan dan dapat diperbaiki dengan penutupan berlapis dari flap kulit lokal.
  • Stenosis meatus:  Stenosis atau menyempitnya meatus uretra dapat terjadi.  Adanya aliran air seni yang mengecil dapat menimbulkan kewaspadaan atas adanya stenosis meatus.
  • Striktur: Keadaan ini dapat berkembang sebagai komplikasi jangka panjang dari operasi hipospadia.  Keadaan ini dapat diatasi dengan pembedahan, dan dapat membutuhkan insisi, eksisi atau reanastomosis.
  • Divertikula:  Divertikula uretra dapat juga terbentuk ditandai dengan adanya pengembangan uretra saat berkemih.  Striktur pada distal dapat mengakibatkan obstruksi aliran dan berakhir pada divertikula uretra. Divertikula dapat terbentuk walaupun tidak terdapat obstruksi pada bagian distal.  Hal ini dapat terjadi berhubungan dengan adanya graft atau flap pada operasi hipospadia, yang disangga dari otot maupun subkutan dari jaringan uretra asal.
  • Terdapatnya rambut pada uretra: Kulit yang mengandung folikel rambut dihindari digunakan dalam rekonstruksi hipospadia.  Bila kulit ini berhubungan dengan uretra, hal ini dapat menimbulkan masalah berupa infeksi saluran kemih dan pembentukan batu saat pubertas.  Biasanya untuk mengatasinya digunakan laser atau kauter, bahkan bila cukup banyak dilakukan eksisi pada kulit yang mengandung folikel rambut lalu kemudian diulang perbaikan hipospadia.

g. Mortalitas

Sangat rendah

h. Perawatan pasca operasi

  • Hari ke-3 pasca operasi splint dilepas sambil dilakukan rawat luka
  • Pertahankan kateter urine ± 10-14 hari pasca operasi

i. Follow Up

Setelah operasi pasien diberi kompres dingin pada area operasi selama 2 hari pertama.  Cara ini dapat mengurangi edema dan nyeri serta menjaga daerah operasi tetap bersih.  Pasien yang menggunakan kateter suprapubik, dapat juga memerlukan sten uretra yang kecil dan dapat dicabut pada hari ke lima postoperasi.  Pada pasien yang menggunakan graft tube atau flap prepusium, proses miksi dilakukan melalui kateter suprapubik perkutan.  Tergantung dari proses penyembuhan luka, kateter ini ditutup pada hari ke 10 untuk percobaan miksi.  Bila terdapat kesulitan metode ini diulang 3-4 hari kemudian.

Bila hingga 3 minggu fistula tetap ada, proses miksi diteruskan seperti biasanya kemudian pasien disarankkan untuk memperbaiki hasil operasi 6 bulan kemudian bila proses inflamasi sudah menghilang.  Biasanya fistula yang kecil dapat menutup dengan spontan.

Setelah percobaan miksi, pasien dapat mandi seperti biasanya.  Balutan dapat lepas dengan spontan.  Setelah pelepasan dari sten, orang tua diminta untuk menjaga meatus tetap terbuka dengan menggunakan tutup tabung salep mata Neosporin sehingga krusta pada meatus tidak mengakibatkan obstruksi distal yang berkembang menjadi fistula.

Iklan

7 Komentar

  1. anak umur 5 tahun,, perlu di berikan antibiotik tidak setelah post op????

    • tergantung jenis operasi dan kontaminasi/komplikasi intra op, akan tetapi apabila pasca operasi hipospadia, saran saya lebih baik diberikan antibiotika mengingat risiko kontaminasi dari urine ke luka operasi.

  2. 彼女全体体生理と反応に、征服の新しい音楽。高インスリン血症はとして知られている代謝病。クラス確かにので見える右ここして、検索。あなたも感じるいずれか不安または憂鬱あなたがある場合、限定5-HTT 遺伝子。

  3. 1問題にチェックかどうかに関係なくはハンドバッグですのどでチェック、率タグ。ルイ ・ ヴィトンですよく知られているは、荷物とハンドバッグ。うちです到着、大量の業界という事実のための大販売価格タグ。実際には素晴らしい袋に取得と取得。

  4. 2 インチ高デフタッチ スクリーン、それゆえ私は言うでしょう、写真です明白な。彼女はにクリムゾン カシミヤ織のセーターきちんと落ちてに、ワニスカート。のみを使用して、降水量撥後教育ハンドバッグ。購入する包みなさい豪華なトラベル
    キット周り、アップル ストアの$39。 – マークジェイコブス

  5. anak saya sudah dua kali operasi masih tetap bocor dig bawah gland penis sehingga kalau buang air kecil ada dua pancaran urine. gimana langkah selanjutnya dan penis masih melengkung dan kalau ereksi terasa sakit…. gimana tuh dok… ?

    • memang untuk operasi kasus hipospasdia sering tidak hanya cukup 1-2 kali operasi mengingat risiko kebocoran selalu ada karena daerah operasi selalu dilewati oleh air kencing yang bersifat kotor dan mengandung bakteri….saran saya putranya bapak dibawa lagi ke dokter bedah untuk dikonsultasikan kemungkinan dilakukan repair kembali…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG