URETEROLITOTOMI 1/3 PROKSIMAL & 1/3 TENGAH

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan untuk mengambil batu ureter

b. Ruang lingkup

Semua penderita yang datang dengan keluhan kolik atau nyeri pinggang sebagai akibat dari adanya sumbatan batu (opaque maupun non opaque) disepanjang ureter.

Batu ureter adalah adanya batu (opaque maupun non opaque) di ureter (proksimal, tengah dan distal)

c. Indikasi operasi

Batu di ureter

d. Pemeriksaan Penunjang

Darah lengkap, tes faal ginjal, sedimen urin, kultur urin dan tes kepekaan antibiotika, kadar kalsium, fosfat, dan asam urat dalam serum serta ekskresi kalsium, fosfat dan asam urat dalam urin 24 jam, foto polos abdomen, pyelografi intravena, USG atau renogram bila ginjal tidak tampak pada pemeriksaan pyelografi intravena.

Teknik Operasi

Ureterolitotomi untuk batu ureter proksimal

  • Dibuat foto polos abdomen 1 jam sebelum operasi.
  • Dengan pembiusan umum.
  • Posisi lumbotomi sesuai dengan letak batu pada sisi atas.
  • Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik.
  • Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
  • Insisi kulit dimulai dari tepi bawah arkus kosta XI sampai ke arah umbilikus, diperdalam  lapis  demi  lapis  dengan memotong fascia eksterna, muskulus interkostalis dibelakang  dan muskulus oblikus abdominis depan sampai didapatkan fasia abdominis internus. Fascia abdominis dibuka, kemudian peritoneum disisihkan penempelannya pada fascia.
  • Pasang retraktor.
  • Ureter dicari dengan cara membuka fascia gerota yang terletak di depan muskulus  ileopsoas dengan ciri:

–   berupa saluran warna putih

–   tidak berdenyut

–   berjalan bersama-sama dengan arteri spermatika interna pada laki-laki atau arteri ovarika  pada wanita.

  • Ureter ditegel dengan  kateter nelaton no. 8 di proksimal batu.
  • Raba batu dan bersihkan ureter
  • Insisi ureter dengan  mess no. 15 tepat didaerah batu
  • Keluarkan batu dengan stone tang
  • Evaluasi cairan/urin yang keluar dari ureter (jernih)
  • Lakukan sondage ke arah distal dan proksimal. Bila sondage lancar lakukan spoeling.
  • Jahit ureter yang diinsisi dengan Dexon 4-0 secara jelujur.
  • Cuci lapangan operasi dengan PZ
  • Pasang drain redon pada fosa renalis.
  • Luka operasi ditutup lapis demi lapis.

Ureterolitotomi untuk batu ureter tengah dan distal

  • Dibuat foto polos abdomen 1 jam sebelum operasi.
  • Dengan pembiusan umum.
  • Posisi pasien terlentang (supinasi).
  • Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik.
  • Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
  • Insisi Gibson yaitu mulai 2 jari medial SIAS kearah simfisis pubis diperdalam lapis demi lapis. Muskulus oblikus abdominis eksternus, internus dan transversus dipisahkan sesuai seratnya.
  • Peritoneum disisihkan ke arah medial.
  • Ureter diidentifikasi dengan ciri:

–   berupa saluran warna putih

–   tidak berdenyut

–   berjalan bersama-sama dengan arteri spermatika interna pada laki-laki atau arteri ovarika  pada wanita.

  • Ureter ditegel dengan  nelaton kateter no. 8 di proksimal batu.
  • Raba batu dan bersihkan ureter
  • Insisi ureter dengan  mess no. 15 tepat didaerah batu
  • Keluarkan batu dengan stone tang
  • Evaluasi cairan/urin yang keluar dari ureter (jernih)
  • Lakukan sondase ke arah distal dan proksimal. Bila sondase lancar lakukan spoeling.
  • Jahit ureter yang diinsisi dengan Dexon 4-0 secara jelujur.
  • Cuci lapangan operasi dengan PZ
  • Pasang drain redon.
  • Luka operasi ditutup lapis demi lapis.

e.  Komplikasi operasi

Komplikasi pasca bedah ialah perdarahan, urinary fistula, urinoma, dan infeksi luka operasi.

f.  Mortalitas

Rendah

g.  Perawatan Pascabedah

  • Pelepasan kateter 24 jam setelah penderita siuman
  • Pelepasan redon drain bila dalam 2 hari berturut-turut produksi < 20cc/24 jam.
  • Pelepasan benang jahitan keseluruhan 7 hari pasca operasi.

h.  Follow-up

  • Pasca operasi kontrol 2 minggu, kontrol berikutnya tiap 3 bulan
  • Pemeriksaan IVP dilakukan 6 bulan pasca operasi
  • Setiap kontrol dilakukan pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, urin lengkap faal ginjal, urin kultur dan tes kepekaan).
  • Usahakan diuresis yang adekuat; minum 2-3 liter/hari, sehingga dicapai diuresis 1,5 liter/hari.
  • Konsultasi ke Instalasi Gizi untuk menentukan jenis diet sesuai analisis batu
  • Eradikasi infeksi saluran air kemih, khususnya untuk batu struvit.

3 Komentar

  1. Sip

  2. tr ksh infonya saya pasien yg akan op batu ureter proximal sgt membantu pemahaman ttg proses opnya,mtr nwn.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s