TERAPI NON-OPERATIF DISLOKASI PANGGUL AKUT

Introduksi

a. Definisi

Bergesernya caput femur dari sendi panggul, berada di posterior dan atas acetabulum (dislokasi posterior), di anterior acetabulum (dislokasi anterior), dan caput femur menembus acetabulum (dislokasi sentra)

b. Ruang Lingkup

Terapi non-operatif dislokasi panggul anterior, posterior dan sentral.

c. Indikasi operasi

  1. gagal reposisi tertutup
  2. kedudukan caput femur tidak stabil
  3. terjadi fraktur Baca lebih lanjut

FRAKTUR KOMPRESI VERTEBRA

Introduksi

a. Definisi

Fraktur kompresi yang terjadi pada tulang vertebra

b. Ruang lingkup

Penanganan konservatif fraktur kompresi vertebra

c. Indikasi Operasi

Tergantung Baca lebih lanjut

DISLOKASI BAHU AKUT

Introduksi

Dapat terjadi:

  1. Dislokasi anterior
  2. Dislokasi posterior
  3. Dislokasi inferior atau luksasi erecta
  4. Dislokasi dengan Fraktur

a. Definisi

Pergeseran kaput humerus dari sendi glenohumeral, berada di anterior dan medial glenoid (dislokasi anterior), di posterior (dislokasi posterior), dan di bawah glenoid (dislokasi inferior)

b. Ruang lingkup

Nyeri hebat dan gangguan pergerakan sendi bahu, pergeseran kaput humerus. Pada pemeriksaan Baca lebih lanjut

FRAKTUR COLLES

Introduksi

a. Definisi

Adalah fraktur metafisis distal radius yang sudah mengalami osteoporosis, garis fraktur transversal, komplit, jaraknya 2-2,5cm proximal garis sendi, bagian distal beranjak ke dorsal dan angulasi ke radial serta fraktur avulsi dari processus styloideus ulna (Abraham colles 1814).

b. Ruang lingkup

Berdasarkan pembagian:

1.  Frykman 1967

Didasarkan atas adanya Baca lebih lanjut

FRAKTUR SUPRAKONDILER HUMERUS

Introduksi

a. Definisi

Fraktur suprakondiler humerus: fraktur 1/3 distal humerus tepat proksimal troklea dan capitulum humeri. Garis fraktur berjalan melalui apeks coronoid dan fossa olecranon, biasanya fraktur transversal. Merupakan fraktur yang sering terjadi pada anak-anak. Pada orang dewasa, garis fraktur terletak sedikit lebih proksimal daripada fraktur suprakondiler pada anak dengan garis fraktur kominutif, spiral disertai angulasi.

b. Ruang lingkup

Klasifikasi fraktur Suprakondiler Humeri

Mekanisme trauma

Ada 2 mekanisme terjadinya Baca lebih lanjut

FRAKTUR PATELA

Introduksi

a. Definisi

Fraktur patella adalah diskontinuitas patella karena trauma

b. Ruang lingkup

Fraktur tertutup, fraktur terbuka, undisplaced dan displaced

c. Indikasi Operasi

Semua keadaan dengan posisi displaced tertutup maupun terbuka

d. Kontra indikasi Operasi

Keadaan umum penderita jelek

e. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium rutin dan foto polos lutut

Patofisiologi fraktur Patela

Mekanisme fraktur

1. Trauma langsung/Direct

a.  Disebabkan karena penderita jatuh dalam posisi lutut flexi dimana patella terbentur dengan lantai

b.  Karena diatas patella hanya terdapat subcutis dan kutis, sehingga dengan benturan tersebut tulang patella mudah patch

c.  Biasanya jenis patahnya comminutiva (stelata), pada jenis patah ini biasanya medial dan lateral quadrisep expansion tidak ikut robek, hal ini menyebabkan penderita masih dapat melakukan extensi lutut melawan gravitasi

2. Trauma tak langsung/Indirect

a.  Karena tarikan yang sangat kuat dan otot quadrisep yang membentuk musculotendineus melekat pada patella, sering terjadi pada penderita yang jatuh dengan tungkai bawah menyentuh tanah terlebih dahulu dan otot quadrisep kontraksi secara keras untuk mempertahanakan kestabilan lutut.

b.  Biasanya garis patahnya transversal avulse ujung atas atau ujung bawah dan patella

Klasifikasi fraktur Patela berdasarkan patologinya

1. Trauma langsung/Direct

  • Fraktur comminutiva

2. Trauma tak langsung/Indirect

  • Garis fraktur transversal
  • Fraktur avulsi patela transversal, yang fragmen proksimalnya tertarik menjauhi fragmen lain. Kelainan ini termasuk cedera alat ekstensi lutut

Pemeriksaan Klinik Radiologis Fraktur Patela

Anamnesa

  • Ditemukan adanya riwayat trauma
  • Penderita tak dapat melakukan extensi lutut, biasanya terjadi  pada trauma indirect dimana patahnya transversal dan quadrisep mekanisme robek
  • Pada trauma direct dimana patahnya comminutiva medial dan lateral, quadrisep expansion masih utuh sehingga penderita masih dapat melakukan extensi lutut

Pemeriksaan Klinik

  • Pada lutut ditemukan pembengkakan disebabkan hemarthrosis
  • Pada perabaan ditemukan patela mengambang (floating patella)

Pemeriksaan Radiologis

  • Dengan proyeksi AP dan lateral sudah cukup untuk melihat adanya fraktur patela
  • Proyeksi sky-line view kadang-kadang untuk memeriksa adanya fraktur patela incomplete

Metode fiksasi luar dan dalam pada fraktur Patela

  • Pengobatan fraktur patela biasanya dengan reduksi terbuka dan fiksasi interna pada patella. Fiksasi interna yang paling efektif ialah dengan benang kawat melingkari patela dikombinasi dengan kawat berbentuk angka delapan.
  • Pengobatan fraktur patela comminutiva yang terdapat haemorthrosis, dilakukan aspirasi haemorthrosis, diikuti pemakaian

Non operatif

  • Untuk fraktur patela yang undisplaced
  • Bila terjadi haemarthrosis dilakukan punksi terlebih dahulu
  • Kemudian dilakukan imobilisasi dengan pemasangan gips dan pangkal paha sampai pergelangan kaki. Posisi lutut dalam fleksi sedikit (5-10) dipertahankan 6 minggu.

Operatif

  • Pada fraktur transversal dilakukan reposisi, difiksasi dengan teknik tension band wiring
  • Bila jenis fraktur comminutiva dilakukan rekronstruksi fragmennya dengan K-wire, baru dilakukan tension band wiring
  • Bila fragmen terlalu kecil sehingga tidak mungkin untuk dilakukan rekronstruksi, dilakukan patellectomi (hal ini menimbulkan kelemahan quadrisep expansion)

Komplikasi pasca penanganan fraktur Patela dan penanganannya

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah terjadinya kondromalasia pada patela dan artrosis degeneratif

Rehabilitasi pasca fraktur Patela

Rehabilitasi fraktur patela pasca bedah dapat dilakukan mobilisasi segera. Fleksi maksimal dihindarkan hingga minggu ke-10.

Komplikasi

  • Malunion dan Non-union
  • Sindrom Kompartemen
  • Infeksi
  • Neurovascular injury
  • Radioulnar synostosis

Follow-Up

Pemeriksaan X-ray ulang dilakukan 1-2 minggu kemudian untuk menilai ada tidaknya loss of reduction. Plaster dipertahankan sampai terjadinya union 34 minggu pada anak-anak usia 10 tahun dan 1-2 minggu pada anak usia 4 tahun.

Rujukan ke dokter spesialis orthopaedi

Pada kasus-kasus fraktur radius ulna yang memerlukan tindakan operasi/rekonstruksi, dirujuk ke dokter spesialis orthopaedi.

FRAKTUR KRURIS

Introduksi

a. Definisi

Fraktur pada shaft (batang) tibia dan fibula yang sering disebut fraktur kruris merupakan fraktur yang sering terjadi dibandingkan dengan fraktur pada tulang panjang lainnya.

Periosteum yang melapisi tibia agak tipis terutama pada daerah depan yang hanya dilapisi kulit sehingga tulang ini mudah patah dan biasanya fragmen frakturnya bergeser karena berada langsung dibawah kulit sehingga sering juga ditemukan fraktur terbuka.

b. Ruang lingkup

Mekanisme Injuri

Cedera yang terjadi sering terjadi akibat trauma Baca lebih lanjut

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG