CTEV

Introduksi

a. Definisi

Suatu kelainan kongenital yang terdiri dari kombinasi: equinus dan varus dari hind foot, adduksi dan supinasi dari forefoot dan deviasi medial seluruh kaki terhadap tungkai

b. Etiologi dan Patologi

Penyebab pasti masih belum diketahui. Delbrillitas mulai terbentuk pada awal masa embrionik. Otot-otot posterior dan medial tungkai lebih pendek. Kapsula fibrosa pada sendi-sendi yang deformitas lebih tebal dan lebih pendek. Deformitas semakin progresif dan semakin sulit dikoreksi seiring usia.

b. Ruang lingkup

Terapi non-operatif CTEV

c. Indikasi Operasi

  1. Bila terapi konservatif gagal
  2. CTEV tipe rigid

d. Kontra Indikasi

CTEV tipe Rigid

e. Diagnosis CTEV

1. Pemeriksaan Fisik

Relatif mudah didiagnosa, namun perlu diwaspadai adanya mild clubfoot yang dapat diketahui dari equinovarus posisional

2. Pada usia yang lebih tua dimana pembentukan tulang sudah sempurna dengan 2 proyeksi

Pada proyeksi AP, garis melalui axis panjang talus dan calcaneus hampir paralel, normalnya membentuk sudut 20-40o. Pada proyeksi lateral, axis longitudinal talus dan calcaneus membentuk sudut kurang dari 20o, normalnya membentuk sudut 20-40o.


f. Pemeriksaan Penunjang

X-ray, MRI dan Podogram

Teknik penanganan

Prinsip terapi

Pengobatan sebaiknya dimulai secepatnya, paling baik dalam 5 hari pertama setelah lahir. Pengobatan konservatif berupa passive gentle correction dari deformitas. Maintenance dari koreksi dalam jangka waktu yang lama dan pengamatan terhadap anak tersebut sampai akhir masa pertumbuhannya.

Pemasangan Cast:

1. Gips sirkuler dipasang secara serial/mingguan untuk koreksi yang lembut tapi progresif terhadap deformitas. Pemasangan gips dilakukan selama ± 6 minggu.

2. Pemasangan gips bisa dilanjutkan dengan pemakaian splint Denis Brown. Pemakaian splint ini sedemikian rupa sehigga berada dalam posisi valgus. Splint ini dipakai selama ± 8 minggu dimana setiap minggu direduksi.

3.  Pemasangan splint Denis Brown dilakukan siang dan malam dan hanya dilepas saat anak mandi sampai anak berumur 3 bulan. Kemudian dapat diikuti dengan melepas splint untuk jangka waktu yang agak lama sampai anak dapat berjalan. Splint kemudian dipakai lagi hanya pada malam hari selama ± 1-2 tahun kemudian untuk mencegah terjadi rekuren.

4.  Koreksi dilanjutkan dengan memakai sepatu boot lurus sampai anak berumur 3 tahun. Sepatu ini hanya dipakai siang hari.

5. Evaluasi terhadap semua tahapan koreksi deformitas ini dilakukan dengan pemeriksaan radiologik.

Didapatkan ± 15% dari kasus CTEV resisten terhadap metode pengobatan konservatif ini. Pada kasus yang resisten tersebut lebih baik diputuskan untuk melakukan tindakan operatif koreksi soft tissue terhadap semua tendon dan kontraktur ligamen yang ada pada saat anak berusia 4-6 bulan.

g. Komplikasi

  • Rekurensi
  • Rocker Bottom Foot

h. Perawatan Pasca Non operatif (casting)

Denis Browne splint dan Ankle Foot Orthosis (AFO)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s