PERAWATAN VARISES NON BEDAH

Introduksi

a. Definisi

Varises adalah pelebaran pembuluh balik (vena) yang berkelok-kelok yang ditandai oleh katup di dalamnya yang tidak berfungsi lagi.

b. Ruang lingkup

Terdapat 3 jenis vena pada tungkai, yaitu vena tepi, vena dalam dan vena perforantes. Vena tepi terdiri dari vena saphena magna dan vena saphena parva. Vena safena magna merupakan vena terpanjang di tubuh, mulai dari mata kaki sampai ke fossa ovalis. Merupakan vena yang paling sering menderita varises.

Ada dua bentuk varises pada vena safena yaitu varises primer yang diduga disebabkan oleh kelemahan dinding vena sehingga terjadi pelebaran dan akhirnya menyebabkan kegagalan katub. Yang kedua adalah varises sekunder yang disebabkan oleh peningglan tekanan vena tepi (hipertensi vena) akibat suatu kelainan tertentu misainya sindroma pasca flebitis (trombosis vena dalam dengan rekanalisasi), fistula arterl vena, sumbatan vena dalam karena tumor atau trauma serta anomali vena dalam atau vena penghubung.

Terdiri dari 4 stadium :

  • Stadium 1 gejala pegal, lekas lelah
  • Stadium 2 venaektasia
  • Stadium 3 varises yang masif (vena memanjang, melebar,dan berkelok)
  • Stadium 4 ulcus/kelainan trofik

Diagnostik melalul anamnesis dan beberapa pemeriksaan fisik seperti test trendelenburg, tes perthes, atau dengan venous – phlethysmografi untuk menentukan aliran vena secara kuantitatif.

Penatalaksanaan

Perawatan varises bertujuan untuk menghilangkan akibat dari katub yang tidak berfungsi lagi. Ada 2 cara yang dapat diterapkan sendiri-sendiri atau bersamaan:

  • Perawatan non bedah untuk kasus varises stadium 1 dan 2
  • Perawatan bedah untuk kasus varises stadium 3 dan 4

Perawatan varises non bedah

A. Pencegahan

  • Hindari duduk dan berdiri lama, lebih baik berbaring atau berjalan kaki. Artinya lebih banyak pergerakan, jalan, turun naik tangga, senam, naik sepeda, berenang dan semua olahraga yang menggerakkan otot-otot tungkai.
  • Bila terpaksa duduk atau berdiri lama aktifkan pompa otot dengan cara menggerakkan kaki ke atas dan ke bawah sesering mungkin (travel medicine)
  • Meninggikan kaki 15cm (sedikit lebih tinggi dari pada jantung) dengan cara meletakkan kaki diatas kursi atau meja atau diatas ambang jendela. Maksudnya adalah untuk membebaskan vena dari bebannya dengan cara elevasi kaki berulang kali.
  • Hindari kelabihan berat badan

B. Varises dan olahraga

  • Latihan yang cocok untuk pasien varises atau kelainan vena contohnya adalah berenang karena dilakukan di dalam air dan tanpa efek gravitasi dan semua dilakukan dengan lancar serta terus-menerus. Bersepeda juga merupakan alternatif olahraga yang baik.
  • Yang harus diperhatikan adalah olahraga yang beralaskan lantai yang keras seperti bulutangkis atau tenis. Karena penghentian yang mendadak pada setup langkah akan berakibat suatu gelombang syok pada aliran darah, yang dapat pula memperburuk katup yang sudah inkompeten.
  • Sedangkan olahraga yang harus dihindari adalah lompat jauh, lompat tinggi, angkat berat, sepak bola, dan bola basket, karena varises dapat pecah akibat trauma.

C. Perawatan dengan suntikan sklerotik (skleroterapi)

Secara umum indikasi untuk terapi sklerotik ini adalah

a)    Mencegah komplikasi yang disebabkan oleh penyakit varises ini.

b)    Untuk mengurangi gejala yang ada

c)    Untuk memperbaiki penampilan tungkai

Tujuan utama dari terapi sklerotik ini untuk menyingkirkan reflux dan atau varises vena. Penyuntikan bahan sklerotik ini jika penderita tidak mau dioperasi atau bila varisesnya masih sedikit dengan diameter kurang dari 1 mm. Bahan sklerotik yang digunakan adalah cairan hipertonik atau cairan alkali kuat yang dapat menyebabkan obliterasi pembuluh vena yang bersangkutan. Suntikan pada varises dilakukan tidak lebih dari enam tempat pada sekali perawatan. Harus diingat bahwa tidak semua varises dapat dilakukan penyuntikan obat sklerotik. Terapi sklerotik sebagai perawatan varises vena ditungkai, dikenal dan diterapkan diklinik dengan teknik yang berbeda. Terapi sklerotik merupakan pilihan satu – satunya pada varises teleangiektasi, dan varises tungkai stadium I dan II. Bahan sklerotik untuk terapi non – operatif varises tungkai adalah Polidocanol ( Aethoxysclerol ), Sodium tetradecyl sulfate (STD), Polyiodinoted iodine, 10% soline & 15% dextrose.Terapi sklerotik yang diterapkan bisa berupa intravena dapat pula dengan cara foam sc1eroteraphy atau dengan cara air block.

c. Komplikasi

  • Komplikasi yang dapat terjadi adalah tromboflebitis 0,5 mikrotrombus 5%, pigmentasi 2,5%.
    Sebaiknya heparin jangan digunakan pada teleangiektasi yang lebih kecil dari 1 mm.
  • Tanda-tanda reflux pada vena safena merupakan indikasi untuk tindakan bedah atau pemakaian larutan sklerotik yang lebih kental dengan penekanan pasta suntikan.
  • Tujuan akhir penatalaksanaan varises adalah memperkecil sejauh mungkin komplikasi yang mungkin terjadi, tindakan apapun yang diterapkan.

d. Follow –Up

Bebat dipertahankan setiap 5 hari

Iklan

1 Komentar

  1. Aw, this was an exceptionally good post. Taking a few minutes and actual
    effort to produce a really good article… but what can I say… I procrastinate a lot and don’t seem to get nearly anything done.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG