PERIKARDIOSINTESIS TERBUKA

Introduksi

a. Definisi

Suatu prosedur pembedahan dimana perikardium dibuka untuk mengalirkan cairan yang terkumpul didalamnya. Perikardiosentesis terbuka bisa dilakukan dengan membuat insisi kecil dibawah ujung sternum atau melalui suatu insisi kecil diantara tulang iga di sisi kiri toraks.

b. Ruang lingkup

Efusi perikardium merupakan hash perjalanan klims dari suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi, keganasan maupun trauma. Gejala vang timbul dari keadaan efusi perikardium tidak spesifik dan berkaitan dengan penyakit yang mendasari terjadinya efusi perikardium. Akumulasi cairan yang cukup signifikan untuk menyebabkan konsekuensi hemodinamik yang didefinisikan sebagai tamponade jantung. Pasien dengan tamponade awal mungkin mengalami sesak, takikardi, hipotensi ringan, penurunan jumlah urine, dan pulsus paradoksikal. Seiring bertambah progresifnya tamponade, pasien mengalami tanda-tanda manifestasi hipoperfusion organ target (mis; perubahan status mental, insufisiensi renal dan shock). Pada penderita dengan pembentukkan tamponade lambat, retensi cairan sistemik harus di observasi, seringkali manifestasi dari retensi cairan sistemik adalah edema perifer atau ascites.

c. Indikasi operasi

  • Efusi perikardium berulang atau masif dengan tamponade jantung
  • Biopsi Perikardium
  • Pemasangan alat pacu jantung epikardium

d. Kontra indikasi operasi

  • Efusi perikardium berulang, kronis Berta “bloody”
  • Perikarditis infeksiosa
  • Etiologi Efusi Perikardium
  • Infeksi
  • Keganasan

e. Diagnosis Banding

Tumor jantung

f. Pemeriksaan Penunjang

  • EKG
  • Ekokardiografi
  • Sitologi cairan
  • Biopsi
  • CT Scan

Teknik Operasi

  • Lakukan aseptik dan antiseptik pada daerah operasi lalu berikan anestesi lokal atau umum.
  • Kemudian lakukan insisi pada midline sekitar 10 cm mulai dari xiphisternaIjunction menuju ke ujung xiphoid. Sebuah bidang di letakkan pada posterior xiphoid kemudian xiphoid diangkat ke anterior sehingga hal ini memisahkan xiphoid dengan rectus sheath.
  • Xiphisternal junction di pindahkan dan sebuah bidang terbentuk, dengan mengangkat bagian distal sternum ke anterior serta menarik diafragma kebawah sehingga tampak perikardium sebagai sebuah membran fibrosa.
  • Perikardium di genggam kemudian dilakukan insisi sehingga cairan keluar.
  • Lalu letakkan chest tube pada rongga perikardium untuk mengalirkan cairan efusi.
  • Kemudian insisi ditutup lapis demi lapis.

g. Komplikasi operasi

Komplikasi tersering adalah perdarahan durante operasi, infeksi, komplikasi anestesi, hernia pada tempat insisi, serta ceders pada jantung.

h. Mortalitas

Angka kematian setelah 30 hari sangat tinggi, tetapi berkaitan dengan proses dasar penyakitnya: 33% penderita dengan efusi malignans dan 5% dengan efusi benigna.

i. Perawatan Pasca Bedah

Drainase perikardium ini dipertahankan selama beberapa hari postoperasi sampai dengan jumlah cairan yang keluar dibawah 100 ml/hari. Periode ini memberikan waktu aposisi dan adhesi antara perikardium visceral dan parietal.

j. Follow-Up

  • Analisis cairan pericardium dengan pemeriksaan kultur, sitologis dan tes yang lain berdasarkan indikasi.
  • Melakukan terapi yang terdapat  berdasarkan hasil analisis
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s