TORAKOSTOMI TERBUKA (WINDOW)

Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan kuratif dengan cara membuat jendela drainase terbuka antara rongga pleura dengan bagian luar tubuh melalui proses pembedahan dengan cara memotong beberapa kosta.

b. Ruang Lingkup

Suatu penimbunan nanah/pus di ruang antar pleura dalam jumlah besar akibat suatu proses infeksi sehingga mengakibatkan terjadinya keluhan penderita dan terganggunya proses pernafasan yang adekuat.

c. Indikasi Operasi

Tindakan torakostomi terbuka perlu dipikirkan terutama bila penggunaan pipa drainase tidak efektif dalam menyalirkan pus. Hal ini bisa dilihat dari evaluasi klinis penderita.

Juga apabila pus yang dihasilkan terlalu kental sehingga sulit dialirkan dengan pipa torakostomi.

Adanya kantong multipel dari empiema juga merupakan indikasi untuk dilakukan torakostomi terbuka.

Bila dekortikasi dipandang terlalu beresiko.

d. Kontra Indikasi Operasi

Terdapat penyulit lain yang belum ditangani seperti: efusi pleura

Diagnosa belum dikonfirmasi dengan foto X – ray.

e. Diagnosis Banding untuk Empiema toraks

  • Efusi pleura
  • Hematotoraks
  • Tumor intra torakal

f. Pemeriksaan Penunjang

  • X – ray foto
  • Computed Tomografi Scan

Teknik Operasi

  • Persiapkan penderita dan lapangan operasi serta dilakukan pembiusas umum.
  • Buat insisi pada daerah ruang antar iga yang akan dilakukan torakostomi terbuka.
  • Pisahkan fascia dan otot lapis demi lapis sehingga tampak tulang iga dengan warna putih.
  • Identifikasi bagian iga yang akan dilakukan reseksi 2 segmen iga sepanjang sekitar 10 cm atau sesuai dengan bagian yang mengalami empiema.
  • Lakukan debrideman dan evakuasi pus yang ada.
  • Lakukan kultur kuman terhadap pus tersebut
  • Jahit tepi permukaan kulit dengan pleura parietalis agar terbentuk marsupialisasi

g.  Komplikasi Operasi

  • Perdarahan. Terjadi karena terpotongnya pembuluh darah antar iga. Bila perdarahan sedikit akan berhenti dengan sendirinya. Perdarahan banyak kadang menyebabkan hematotoraks dan diperlukan re–open untuk eksplorasi sumber perdarahan.
  • Pneumotoraks. Bila terjadi hubungan antara rongga intra pleura dengan udara luar akibat intervensi pembedahan maka akan terjadi pneumothoraks
  • Nyeri pasca operasi. Pemberian analgetika akan membantu mengurangi keluhan ini.
  • Infeksi. Ditandai dengan tanda kerandangan. Dapat diatasi dengan pemberian antibiotika drainase pus

h.  Mortalitas

Mortalitas dari tindakan thorakostomi terbuka (window) relatif kecil. Mortalitas penderita tergantung adanya sepsis dan keadaan umum penderita.

i.  Perawatan pasca bedah

  • Kontrol terhadap kemungkinan berbagai penyulit seperti: perdarahan (hematotoraks) dan pneumothoraks.
  • Kontrol terhadap klinis dan keluhan penderita seperti nyeri atau sesak.
  • Kontrol terhadap vital sign atas kemungkinan terjadi internal bleeding dan syok.
  • Kontrol terhadap luka bekas operasi

j.  Follow up

  • Kontrol luka tiap 3 hari untuk memantau proses penyembuhan dan kewaspadaan terhadap timbulnya infeksi.
  • 1 minggu Pasca Bedah penderita kontrol kembali untuk angkat jahitan.
  • Tetap waspada terhadap resiko nyeri, infeksi dan perdarahan
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • BUKU ATLAS PA – MHS FK

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • HITUNGAN PENGUNJUNG

  • PENGUNJUNG BLOG-KU

    free counters
  • MAPPING PENGUNJUNG BLOG